REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Siapa yang pertama kali melaksanakan ibadah haji? Pertanyaan ini telah lama menjadi pembahasan para ulama dan sejarawan Islam. Dalam sejumlah literatur klasik disebutkan adanya beberapa pendapat, mulai dari malaikat, Nabi Adam Alaihissalam hingga Nabi Ibrahim Alaihissalam sebagai pihak pertama yang melaksanakan ibadah haji di Baitullah.
Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menuliskan bahwa dalam sebuah hadis dijelaskan, "Ketika Nabi Adam Alaihissalam selesai menunaikan ibadah haji, para malaikat menjumpainya, lalu berkata: Wahai Adam, hajimu (mabrur) diterima oleh Allah SWT. Sesungguhnya kami telah mengerjakan haji di Baitullah ini dua ribu tahun yang lalu sebelum engkau."
Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam al Mufadhdhal al-Ja'di, dari jalur yang sama juga diriwayatkan oleh Ibnu Jauzi dari hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu, kemudian dikatakan tidak sahih.
Dalam literatur lain, dijelaskan sejarah awal Kabah (Baitullah) di Masjidil Haram, Makkah. Ada tiga pendapat mengenai asal usul Kabah. Sejarawan ada yang mengatakan bahwa Ka'bah pertama kali dibangun oleh malaikat sebelum bumi diciptakan. Dijelaskan dalam Alquran Surah Al-Baqarah Ayat 30. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Wa iż qāla rabbuka lil-malā'ikati innī jā‘ilun fil-arḍi khalīfah(tan), qālū ataj‘alu fīhā may yufsidu fīhā wa yasfikud-dimā'(a), wa naḥnu nusabbiḥu biḥamdika wa nuqaddisu lak(a), qāla innī a‘lamu mā lā ta‘lamūn(a).

7 hours ago
5














































