Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu Komang Mahendra Deputra memberikan keterangan kepada awak media soal kematian satu keluarga di lokasi glamping di objek wisata Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (28/5/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Polres Temanggung masih menyelidiki kasus kematian satu keluarga saat menginap di fasilitas glamping di objek wisata Posong. Belum dipastikan penyebab kematian meski terdapat dua dugaan penyebab kematian mereka, yakni akibat menghirup kebocoran gas portabel dan keracunan makanan.
Berikut lima fakta kasus kematian satu keluarga di Temanggung
1. Memasak dengan Barbeque
Tenda glamping yang diinapi keempat korban, yakni MAM (52 tahun), M (43 tahun), AEH (17 tahun) dan BAH (21 tahun), bertumpu pada sebuah struktur seperti panggung dan berbentuk seperti oktagon dengan atap mengerucut.
Di depan pintu tenda terdapat teras berlantai kayu dengan panjang sekitar satu meter. Meski berada di luar ruangan, bagian teras tersebut masih dinaungi tenda di atasnya.
Kasi Humas Polres Temanggung Iptu Widodo mengungkapkan,
pada malam ketika satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, itu tiba di fasilitas glamping, yakni pada Selasa (26/5/2026), mereka memasak sejumlah makanan dengan cara barbeque di teras tenda.
Menurut Widodo, satu set gas portabel yang digunakan keluarga korban ditemukan di area teras.
2. Ventilasi Tenda Ditutup
Iptu Widodo menerangkan, area teras glamping dengan tempat tidur di dalam tenda hanya tersekat pintu dengan sistem ritsleting. Kendati begitu area di dalam tenda tetap memiliki ventilasi.
“Ventilasinya ada. Tapi waktu kita cek, itu ditutup ventilasinya,” ungkap Widodo ketika diwawancara, Jumat (29/5/2026).
Widodo menambahkan, terdapat dua lubang ventilasi di dalam tenda. Namun keduanya ditutup oleh keluarga korban menggunakan jaring pencegah nyamuk. “Pada malam kejadian itu memang dingin sekali. Kemudian semua ventilasi ditutup,” ucapnya.

7 hours ago
5














































