REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemadaman listrik sempat terjadi di sejumlah wilayah Jakarta pada Kamis (23/4/2026). PT PLN (Persero) secara bertahap memulihkan pasokan listrik hingga akhirnya kembali normal pada sore hari.
Dalam berbagai pernyataan resmi yang dikeluarkan, PLN langsung menurunkan tim teknis untuk menangani gangguan tersebut. Proses penormalan dilakukan secara bertahap, baik melalui sistem kontrol maupun penanganan di lapangan sejak awal kejadian.
Sebagian besar pelanggan terdampak telah kembali menikmati pasokan listrik pada pukul 12.23 WIB. Pemulihan kemudian berlanjut hingga seluruh wilayah terdampak kembali normal pada sore hari.
Setelah proses pemulihan selesai, perhatian beralih pada penyebab gangguan yang terjadi. PLN menyatakan penelusuran masih berlangsung untuk memastikan sumber gangguan secara pasti.
“Gangguan terjadi akibat kendala teknis pada sistem kelistrikan, dan saat ini kami terus menelusuri sumber penyebabnya,” kata Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto.
Upaya konfirmasi lanjutan masih dilakukan. Hingga kini, belum ada penjelasan lebih detail dari PLN maupun kementerian terkait mengenai penyebab spesifik gangguan tersebut.
Sebagai gambaran, sistem kelistrikan Jakarta dan sekitarnya ditopang oleh sekitar 76 gardu induk. Dalam kejadian ini, gangguan sempat memengaruhi 13 gardu induk sehingga berdampak pada distribusi listrik di sejumlah wilayah.
PLN menyatakan telah melakukan monitoring keandalan di seluruh proses operasional. Perusahaan memastikan kondisi sistem saat ini sudah normal, termasuk kesiapan pasokan energi primer yang disebut aman dan mencukupi.
“Bagi pelanggan yang membutuhkan informasi dan layanan PLN, dapat mengakses aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123,” ujar Gregorius.
Pada kuartal pertama 2026, sistem kelistrikan Jakarta disuplai oleh jaringan transmisi 500 kV dan 150 kV dengan sistem gardu induk yang andal. Rata-rata beban puncak di wilayah DKI Jakarta berada di kisaran 5.700 megawatt dalam kondisi operasional normal.
Dari sisi cadangan daya, sistem kelistrikan Jakarta dan sekitarnya yang terhubung dalam jaringan Jawa-Bali (Jamali) disebut masih dalam kondisi aman dengan cadangan yang memadai. Dalam kondisi tertentu seperti periode Natal dan Tahun Baru, cadangan daya bahkan berada di atas 50 persen.
Namun, insiden gangguan ini memunculkan pertanyaan mengenai potensi kerentanan sistem di tengah klaim kecukupan cadangan daya tersebut. Jaringan listrik Jawa-Bali yang menjadi tulang punggung pasokan listrik nasional dinilai menghadapi tekanan seiring pertumbuhan kebutuhan energi yang terus meningkat.

5 hours ago
2













































