REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Dalam beberapa waktu terakhir, pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat terus menjadi perhatian. Kenaikannya, meskipun terkadang terjadi secara bertahap, memberikan dampak yang signifikan terhadap berbagai sektor ekonomi. Harga barang impor meningkat, biaya produksi perusahaan bertambah, dan pelaku usaha mulai menyadari bahwa pengelolaan keuangan tidak lagi dapat dilakukan secara konvensional.
Di tengah kondisi tersebut, profesi di bidang keuangan digital justru semakin dibutuhkan. Para profesional ini tidak hanya bertugas menghitung angka, tetapi juga berperan penting dalam membantu perusahaan menghadapi ketidakpastian ekonomi. Kemampuan di bidang akuntansi digital, analisis data keuangan, serta sistem informasi akuntansi kini menjadi kompetensi yang sangat dicari.
Pandangan lama yang menganggap akuntansi hanya berkaitan dengan debit, kredit, dan laporan keuangan yang monoton sudah tidak lagi relevan. Perkembangan teknologi digital telah mengubah peran akuntansi menjadi lebih strategis.
Data keuangan kini menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan bisnis. Kesalahan dalam membaca dan menganalisis data dapat berdampak besar terhadap keberlangsungan perusahaan.
Oleh karena itu, dunia industri saat ini membutuhkan lulusan yang tidak hanya memahami teori akuntansi, tetapi juga menguasai teknologi pendukungnya. Penggunaan perangkat lunak akuntansi, pengelolaan data digital, analisis laporan keuangan, hingga pemahaman terhadap risiko ekonomi global telah menjadi keterampilan yang wajib dimiliki. Menariknya, semakin fluktuatif nilai dolar, semakin tinggi pula kebutuhan perusahaan terhadap tenaga profesional di bidang ini.
Melihat perkembangan tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menghadirkan Program Studi S1 Plus Akuntansi di Kampus Bogor. Berlokasi di Jalan Merdeka No.168 Bogor, program ini tidak hanya mengajarkan dasar-dasar akuntansi, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Salah satu keunggulan program ini adalah konsep S1 Plus, yang memungkinkan mahasiswa memperoleh dua ijazah sekaligus, yaitu jenjang S1 dan D3. Dengan demikian, lulusan memiliki nilai tambah dan kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi persaingan dunia kerja.
Program studi ini juga memiliki visi untuk menjadi yang terdepan dalam pengembangan dan pemanfaatan sistem informasi akuntansi berbasis teknologi inovatif guna mendukung ekonomi kreatif. Artinya, lulusan dipersiapkan tidak hanya untuk memahami pengelolaan keuangan perusahaan, tetapi juga untuk memanfaatkan teknologi dalam menjaga keberlangsungan dan pertumbuhan bisnis.
Lulusan Program Studi S1 Plus Akuntansi UBSI diproyeksikan untuk mengisi berbagai profesi yang saat ini semakin dibutuhkan industri, seperti Programmer atau Developer Sistem Informasi Akuntansi, Supervisor Entri Data dan Manajemen Informasi, hingga Accounting Analyst Staff. Posisi-posisi tersebut kini memegang peranan penting dalam membantu perusahaan mengambil keputusan secara tepat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Selain menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan industri, UBSI Kampus Bogor juga menyediakan fasilitas pendukung, seperti BSI Career Center (BCC) yang membantu mahasiswa terhubung dengan dunia kerja, serta BSI Entrepreneur Center (BEC) bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan usaha mandiri. Dengan demikian, proses perkuliahan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada kesiapan menghadapi dunia profesional.
Untuk mendukung akses pendidikan, UBSI juga menyediakan berbagai program beasiswa, seperti Beasiswa Talenta Digital, Beasiswa Juara, dan Beasiswa Rekomendasi Sekolah.
Di era ketika kondisi ekonomi semakin dinamis dan sulit diprediksi, dunia industri tidak hanya membutuhkan tenaga kerja biasa. Perusahaan kini mencari individu yang mampu memahami data keuangan, menguasai teknologi, serta mampu mengambil keputusan secara tepat dalam situasi yang penuh tantangan.
Karena itu, bidang akuntansi digital kini menjadi salah satu kompetensi yang menjanjikan untuk masa depan. Kemampuan beradaptasi, memahami teknologi, dan mengelola informasi keuangan secara akurat menjadi kunci utama untuk bertahan dan berkembang di tengah perubahan ekonomi global yang terus berlangsung.

7 hours ago
2














































