Dosen UBSI Kampus Sukabumi Dorong Modernisasi Budidaya Ikan

7 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI - Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif menunjukkan kiprah dan kontribusinya dalam mendukung transformasi digital di tengah masyarakat melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Hibah Tahun 2026 yang didanai DPPM Kemdiktisaintek. Kegiatan yang berlangsung Selasa (19/5/2026) di Kampung Kutatengah RT 10 RW 004, Desa Kutasirna, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi ini menjadi langkah nyata dosen UBSI dalam menghadirkan inovasi teknologi untuk sektor budidaya perikanan dan UMKM.

Mengusung program bertajuk Optimalisasi Produktivitas Budidaya Ikan pada Pokdakan Teratai Fish Farm Melalui Sistem Aerasi dan Pengelolaan Keuangan Digital, kegiatan ini bukan sekadar forum diskusi biasa. Di baliknya, ada upaya serius para dosen UBSI untuk membawa teknologi lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku usaha budidaya ikan yang selama ini masih menghadapi berbagai kendala produksi dan pengelolaan usaha.

Ketua tim pelaksana, Rusda Wajhillah, bersama anggota Yuri Rahayu dan Ita Yulianti, serta melibatkan mahasiswa Nur Hidayat Suharlan dan Rahma Sri Melati Putri, memaparkan langsung konsep penerapan teknologi aerasi dan sistem pengelolaan keuangan digital kepada mitra Pokdakan Teratai Fish Farm.

Rusda menjelaskan bahwa teknologi aerasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas oksigen di kolam budidaya sehingga proses pembibitan hingga pembesaran ikan dapat berjalan lebih optimal dan meminimalisasi risiko kematian ikan.

“Program ini kami rancang bukan hanya untuk membantu meningkatkan hasil produksi budidaya ikan, tetapi juga agar pelaku usaha mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, terutama dalam pengelolaan keuangan dan manajemen usaha yang lebih modern,” ujar Rusda dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5/2026).

Ia menambahkan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen UBSI tidak boleh berhenti pada teori semata. Menurutnya, inovasi harus benar-benar hadir sebagai solusi nyata yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

FGD tersebut mendapat sambutan positif dari Ahmad Rifa’i selaku pimpinan mitra Pokdakan Teratai Fish Farm. Ia menyebut kebutuhan teknologi aerasi, khususnya alat kincir air, memang menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menunjang produktivitas budidaya ikan.

“Kami sangat menyambut baik kolaborasi ini karena memang kebutuhan aerasi sangat penting dalam proses budidaya ikan, mulai dari pembibitan sampai pembesaran. Harapannya, program ini bisa membantu meningkatkan hasil produksi dan mendukung perkembangan usaha kelompok kami,” kata dia.

Tak hanya fokus pada peningkatan kualitas budidaya ikan, tim dosen UBSI juga menghadirkan solusi pengelolaan keuangan digital berbasis web yang dirancang untuk membantu mitra melakukan pencatatan usaha secara lebih rapi, efisien, dan terukur. Langkah ini menjadi bagian penting agar UMKM perikanan mampu berkembang lebih adaptif di era digital.

Menariknya, program ini tidak berhenti di tahap diskusi saja. Tim pelaksana akan melanjutkan kegiatan melalui pendampingan dan pelatihan intensif kepada anggota kelompok budidaya ikan. Mulai dari cara mengoperasikan alat aerasi, perawatan, hingga pengelolaan sistem keuangan digital akan diberikan secara langsung agar mitra mampu mandiri dalam menjalankan usahanya.

Melalui program hibah ini, dosen dan mahasiswa UBSI Sukabumi kembali membuktikan bahwa dunia akademik bukan sekadar tempat belajar teori di ruang kelas. Lebih dari itu, kampus hadir menjadi jembatan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI kampus Sukabumi terus mendorong dosen dan mahasiswa untuk menghasilkan karya, inovasi, serta program pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat. Karena di tengah perkembangan zaman yang bergerak cepat, teknologi seharusnya tidak hanya dinikmati kota-kota besar, tetapi juga mampu menghidupkan kolam-kolam usaha kecil yang selama ini terus berjuang dalam diam.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research