INDEF Soroti Wacana War Ticket Haji, INDEF Ingatkan Risiko dan Dampak

2 hours ago 1

Jamaah haji Indonesia disuguhi kurma setibanya di hotel Makarem Haram View Suites Madinah, Arab Saudi, Rabu (22/4/2026). Sebanyak 360 orang jamaah haji Indonesia kloter pertama Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA) telah tiba di Madinah. Para jamaah langsung menuju hotel. Penyambutan hangat dilakukan kepada para jamaah haji setibanya di hotel dengan memberikan welcome drink berupa air zamzam dan kurma, taburan bunga, tangkai mawar, hingga pemberian suvenir.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF menyoroti wacana perubahan sistem antrean haji dari skema waiting list menjadi waiting room yang belakangan ramai diperbincangkan.

Wacana "War Ticket Haji" ini dihembuskan pertama kali oleh Menteri Haji dan Umrah RI, M Irfan Yusuf untuk mengatasi permasalahan antrean haji yang panjang. 

Terkait wacana tersebut, Kepala CSED INDEF, Prof Nur Hidayah mengingatkan agar transformasi digital dalam penyelenggaraan haji tidak mengorbankan prinsip keadilan dan inklusivitas.

Menurut Prof Nur, panjangnya antrean haji di Indonesia memang menjadi persoalan serius. Saat ini, jumlah daftar tunggu haji telah mencapai sekitar 5,4 juta orang, sementara kuota haji Indonesia setiap tahun hanya berkisar 221 ribu jamaah. Bahkan, di sejumlah daerah, masa tunggu keberangkatan telah menembus lebih dari 40 tahun.

"Nah kemudian dalam konteks inilah muncul gagasan yang cukup provokatif sekaligus kontroversial. Pergeseran dari waiting list menuju waiting room ya," ujar ujar Prof Nur saat sambutan dalam diskusi publik bertajuk "Sistem Haji Terkini: Dari Waiting List ke Waiting Room" yang digelar secara daring, Jumat (24/4/2026).

Dia menjelaskan, konsep tersebut memungkinkan distribusi kuota dilakukan secara lebih dinamis, kompetitif, dan real time. Namun, menurutnya, ada pertanyaan mendasar yang harus dijawab sebelum sistem itu diterapkan.

"Di sini lah letak pertanyaan fundamental kita, apakah logika pasar dan kecepatan teknologi dapat atau boleh menjadi penentu utama dalam akses terhadap ibadah haji?," katanya. 

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research