I.League Kecam Insiden Tak Sportif di EPA U-20, PSSI Siapkan Sanksi Tegas

6 hours ago 2

Fadly Alberto (tengah) saat membela timnas Indonesia U-17.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Operator kompetisi Elite Pro Academy Super League 2025/2026 I.League mengecam keras insiden tidak sportif dalam laga U-20 antara Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 melawan Dewa United Banten FC U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Ahad (19/4/2026).

Insiden tersebut melibatkan sejumlah pemain, termasuk pemain timnas kelompok usia Fadly Alberto yang melakukan tendangan kung fu berbahaya terhadap pemain lawan.

Direktur Utama I.League Ferry Paulus menyayangkan kejadian tersebut. “Sangat disayangkan insiden seperti ini terjadi di kompetisi Elite Pro Academy, yang merupakan tiang penting dan fondasi sepak bola Indonesia ke depan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/4/2026).

Ia menegaskan, kompetisi usia muda tidak hanya berorientasi pada hasil, melainkan juga pembinaan karakter. “Karena itu, dibutuhkan sikap dan attitude yang baik dari seluruh pelaku. Pemain harus diajarkan untuk selalu mengedepankan asas fair play,” kata Ferry.

Menurut dia, tindakan yang membahayakan keselamatan pemain tidak dapat ditoleransi. I.League mendukung langkah tegas PSSI untuk memberikan efek jera. Ia juga mengingatkan seluruh pemain muda untuk mampu mengendalikan emosi karena tindakan di lapangan dapat berdampak pada masa depan karier mereka.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi memastikan federasi akan mengambil tindakan tegas. “PSSI sudah menerima laporan tentang kejadian ini. Ketua Umum sangat mengutuk keras. Kami segera menyampaikan hal ini kepada Komite Disiplin untuk diambil tindakan seberat-beratnya,” ujarnya.

PSSI juga menyatakan keprihatinan atas insiden tersebut serta membuka kemungkinan evaluasi terhadap perangkat pertandingan jika ditemukan kelalaian.

Di sisi lain, Fadly Alberto menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya. Ia mengakui kesalahan dan menyebut perbuatannya sebagai tindakan yang merugikan tim serta pihak lain.

Permintaan maaf itu disampaikan kepada pemain lawan, tim Dewa United, serta manajemen dan rekan setimnya di Bhayangkara Presisi Lampung FC. Ia mengaku siap menerima konsekuensi dari perbuatannya.

Insiden ini menjadi sorotan karena terjadi di level pembinaan, yang seharusnya menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus penguatan nilai sportivitas dalam sepak bola nasional.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research