Harga Kakao Ambles ke Level Terendah 2 Tahun, Gara-Gara Permen

5 hours ago 1

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia

22 April 2026 11:35

Jakarta, CNBC Indonesia- Kebun-kebun di Afrika Barat mulai menjanjikan panen lebih baik, sementara penjualan cokelat di pusat konsumsi dunia justru melemah. Ketika pasokan datang lebih cepat daripada minat beli, reli harga kerap kehilangan tenaga sebelum jauh melangkah.

Harga mulai merangkak naik, namun levelnya masih jauh dari masa kejayaan saat pasar sempat terbakar kelangkaan pasokan pada 2024.

Menurut Refinitiv, kontrak kakao ditutup di US$ 2.472 per ton pada Senin (20/4/2026).

Meski begitu, jika dilihat lebih jauh, posisi harga saat ini masih berada di area terendah sejak Agustus 2023 atau 2,5 tahun.

Artinya, reli kecil yang terjadi pekan ini belum cukup untuk mengubah narasi besar bahwa pasar kakao sedang mengalami fase normalisasi tajam setelah ledakan harga bersejarah tahun lalu. Sebagai pengingat, kakao pernah menyentuh rekor US$ 12.906 per ton pada Desember 2024. Kini harga berada sekitar 61% di bawah level setahun lalu.

Di satu sisi, permintaan global melambat. Penggilingan kakao di Eropa turun hampir 8%, sementara Amerika Utara melemah hampir 4%. Angka grinding penting dibaca karena menjadi cermin konsumsi riil industri cokelat. Saat pabrik menggiling lebih sedikit biji kakao, pasar menangkap sinyal bahwa produsen sedang menahan produksi atau permintaan konsumen sedang melemah.

Tekanan itu makin terasa ketika penjualan permen cokelat selama musim Paskah periode yang biasanya ramai konsumsi turun sekitar 5% secara tahunan menurut Bloomberg Intelligence.

Ini kabar penting. Jika musim puncak saja lesu, pasar mulai menghitung bahwa rumah tangga global sedang lebih selektif membelanjakan uangnya. Harga kakao yang sempat meledak pada 2024 ikut membuat produsen cokelat menaikkan harga jual, dan pada akhirnya konsumen mengerem pembelian.

Di sisi lain, suplai justru mulai memberi kabar lebih ramah. Curah hujan yang cukup di Afrika Barat, kawasan penghasil kakao utama dunia, membuka peluang surplus global pada musim 2026/2027. Pantai Gading dan Ghana selama ini menjadi jantung pasokan dunia. Saat hujan datang dalam ritme yang tepat, pohon kakao memiliki peluang menghasilkan buah lebih baik dan ukuran biji lebih optimal.

Laporan Reuters dari Pantai Gading memperlihatkan petani masih berharap hujan tambahan agar kualitas panen tengah tahun semakin baik. Di sejumlah wilayah, hujan pekan lalu berada di bawah rata-rata lima tahun. Namun para petani menyebut pohon tetap dalam kondisi sehat dengan campuran buah kecil, sedang, dan besar. Panen diperkirakan meningkat antara Mei hingga Juli. Bagi pasar, kalimat sederhana ini berarti satu hal: pasokan belum bermasalah.

Stok juga memberi pesan serupa. Persediaan kakao tersertifikasi yang dipantau ICE di pelabuhan Amerika Serikat memang turun 5.511 karung menjadi 2.618.981 karung. Namun level itu masih tergolong tinggi secara historis. Ketika gudang tetap penuh, pembeli tidak merasa perlu mengejar barang dengan agresif. Akibatnya ruang kenaikan harga menjadi lebih sempit.

Meski demikian, pasar belum sepenuhnya tenang. Gangguan baru di Selat Hormuz memunculkan kekhawatiran biaya logistik dan transportasi. Jalur ini merupakan nadi perdagangan energi global. Jika ongkos pengiriman naik atau rantai pasok tersendat, harga komoditas bisa ikut terangkat meski fundamental pasokan sebenarnya longgar. Dalam bahasa pasar, geopolitik sering bekerja lebih cepat daripada panen.

Harga kakao Makassar ikut berfluktuasi tajam. Kontrak CCUP-N1 ICE tercatat 2.443,1 pada 20 April, turun dari 2.758,45 pada 15 April. Ini memperlihatkan pasar domestik tetap terseret arus global. Bagi eksportir dan pelaku industri pengolahan, volatilitas seperti ini mempersulit perencanaan margin. Bagi petani, harga yang terlalu cepat naik lalu turun membuat keputusan jual menjadi semakin rumit.

Jika permintaan belum pulih sementara Afrika Barat memanen baik, harga berpotensi tertahan. Namun bila cuaca berubah buruk atau jalur logistik global terganggu, pasar bisa kembali gugup dalam waktu singkat.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research