Finalis Mas Mbak Batik Jawa Tengah 2026, Mahasiswa UBSI Kampus Purwokerto Bawa Misi Budaya

4 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO - Di tengah derasnya tren modern dan budaya serba instan yang terus berseliweran di media sosial, masih ada anak muda yang memilih berjalan sambil membawa warisan budaya di pundaknya. Dialah Farras Syafiqur Raihan, mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Purwokerto yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif berhasil melangkah menjadi finalis Mas Mbak Batik Jawa Tengah 2026.

Bukan sekadar soal tampil rapi di atas panggung atau mengenakan kain batik dengan penuh gaya, bagi Farras, ajang ini punya makna yang jauh lebih dalam. Ada misi yang ia bawa, membuat generasi muda kembali jatuh cinta pada budaya sendiri.

Ajang final Mas Mbak Batik Jawa Tengah 2026 akan digelar pada 18–19 Juli 2026 di TA TV Solo. Ajang ini menjadi panggung bergengsi bagi para generasi muda yang ingin menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian batik sebagai identitas bangsa.

Farras sadar, di era sekarang mengenalkan budaya ke anak muda bukan perkara mudah. Semua harus dikemas dengan cara yang relate, fresh, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Karena itu, ia ingin hadir sebagai representasi anak muda yang tetap bisa modern tanpa melupakan akar budaya.

“Batik itu bukan sesuatu yang kuno. Justru batik punya cerita, filosofi, dan identitas yang keren banget kalau dikenalkan dengan cara yang tepat. Saya ingin generasi muda melihat budaya bukan sebagai kewajiban, tapi sebagai kebanggaan,” kata Farras dalam rilis yang diterima, Senin (25/5/2026).

Perjalanan menuju final tentu tidak instan. Di balik senyum tenang yang ia tampilkan, ada proses panjang yang dijalani. Mulai dari memperdalam wawasan tentang budaya batik, melatih public speaking, membangun kepercayaan diri, hingga mempersiapkan mental untuk tampil di hadapan banyak orang.

Namun bagi Farras, proses itulah yang justru paling berharga. Ia merasa ajang ini memberinya ruang untuk tumbuh, mengenal dirinya lebih jauh, sekaligus belajar bagaimana membawa pesan budaya dengan cara yang lebih dekat ke generasi sekarang.

Keikutsertaan Farras pun mendapat dukungan penuh dari civitas akademika UBSI Kampus Purwokerto. Kehadirannya di babak final menjadi bukti bahwa mahasiswa UBSI tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mampu berkembang di bidang seni, budaya, komunikasi, dan pengembangan diri.

Bagi banyak orang, batik mungkin hanya selembar kain bermotif indah. Tapi di tangan generasi muda seperti Farras, batik berubah menjadi cerita, identitas, bahkan cara untuk menjaga budaya agar tetap hidup di tengah zaman yang terus bergerak cepat.

“Saya berharap bisa memberikan penampilan terbaik di final nanti. Bukan cuma untuk diri sendiri, tapi juga untuk kampus dan semua anak muda yang percaya kalau budaya itu tetap bisa keren, modern, dan membanggakan,” kata Farras.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research