Dukung Keuangan Syariah, Muhammadiyah Gandeng BSI Permudah Pembayaran Iurang Anggota

1 month ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Syariah Indonesia (BSI) mempermudah pembayaran iuran anggota Muhammadiyah yang jumlahnya mencapai sekitar 16 juta orang melalui superapps BYOND by BSI. Melalui layanan ini, warga Muhammadiyah dapat membayar iuran keanggotaan secara digital melalui menu pembayaran di aplikasi.

Fitur pembayaran iuran tersebut terintegrasi dengan sejumlah platform digital Muhammadiyah, antara lain aplikasi MASA (Muhammadiyah Aisyiyah SuperApp) dan SatuMu, platform terpadu satu data Muhammadiyah.

Saat ini, superapps Muhammadiyah masih dalam tahap pengembangan dan ke depan akan menjadi payung bagi seluruh layanan digital persyarikatan. Platform tersebut mencakup layanan keanggotaan, organisasi, iuran, tata kelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), hingga layanan kesehatan.

SatuMu telah memiliki enam fitur utama. Dua di antaranya sudah aktif, yakni Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) yang mencatat sekitar tiga juta anggota serta Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM) yang memuat struktur organisasi dari tingkat pusat hingga ranting. Sementara empat fitur lainnya masih dalam tahap pengembangan, yakni IuranMU, Jaringan Informasi dan Dokumentasi Hukum (JDIH), Sistem Manajemen AUM, serta Sistem Manajemen Kesehatan.

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan, kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi antara BSI dan Muhammadiyah dalam menghadirkan layanan keuangan syariah yang mudah dan terintegrasi secara digital.

“Kolaborasi ini merupakan wujud sinergi antara Muhammadiyah sebagai organisasi sosial, ekonomi, dan keagamaan terbesar di Indonesia dengan BSI dalam menghadirkan layanan keuangan syariah yang mudah, aman, dan terintegrasi secara digital,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).

Ia menambahkan, melalui integrasi aplikasi MASA dan BYOND by BSI, warga Muhammadiyah kini dapat membayar iuran anggota secara lebih praktis. Selain itu, BSI juga menyediakan QRIS Soundbox untuk mendukung transaksi pembayaran di lingkungan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

“Penguatan kapasitas digital menjadi komitmen kami untuk bertransformasi menjadi bank syariah yang inklusif dan mudah diakses, sehingga dapat menciptakan ekosistem baru dalam mendorong pertumbuhan transaksi digital,” kata Kemas.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research