Dijanjikan Bertemu Pimpinan BGN, Massa Aksi Dukung MBG Di-Prank

7 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Massa aksi dukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih terus bertahan di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2026) sore WIB. Massa aksi masih terus memaksa untuk bergerak ke Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menemui pimpinan lembaga itu.

Pantauan Republika, sejumlah perwakilan massa aksi sebenarnya sudah bergerak ke Kantor BGN karena dijanjikan bertemu pimpinan. Perwakilan aksi massa itu difasilitasi aparat kepolisian menggunakan mobil golf untuk pergi ke Kantor BGN. Namun, tak lama mereka kembali tanpa berhasil menemui pimpinan BGN. Alhasil, massa aksi memaksa bergerak ke Kantor BGN.

Pergerakan massa aksi itu sempat mendapatkan pengadangan dari aparat kepolisian. Aksi saling dorong sempat terjadi antara massa dan aparat. Bahkan, sejumlah massa sempat melempari polisi dengan tempat air mineral. "Karena tidak ditemui pimpinan, biarakan kami ke BGN," kata salah satu orator aksi.

Setelah beberapa lama terjadi aksi saling dorong, massa aksi akhirnya tetap berjalan menuju Kantor BGN. Sementara itu, mobil komando dibiarkan tertinggal di Jalan Medan Merdeka Selatan. 

Koordinator Presiduim Relawan, Mitra, dan Simpatisan Dukung Keberlanjutan MBG, Ahmad Yazdi, mengatakan, aksi itu dilakukan lantaran pimpinan BGN hari ini menutup ruang dialog. Padahal, para mitra hanya ingin menyampaikan aspirasinya.

Menurut dia, banyak pihak yang khawatir program MBG tidak akan berlanjut. Mengingat, BGN hari ini juga tengah melakukan moratorium pembangunan SPPG baru. Di sisi lain, pihaknya tidak juga bisa berkomunikasi dengan BGN untuk membahas kelanjutan program MBG. "Karena ini semua informasi tertutup, kita tidak diberikan ruang untuk bisa berkomunikasi," kata Yazdi.

Selain itu, aksi juga dilakukan karena BGN tak kunjung memberikan kejelasan kepada mitra yang telah membangun dapur, tapi tidak kunjung dioperasikan. Hal itu membuat para investor kebingungan.  

"Hari ini mitra yang sudah disakiti udah habis uang Rp 2 miliar, Rp 3 miliar. Teman-teman 3T juga menjerit. Mereka seperti di-prank oleh negara, mendapatkan surat SK untuk diperintahkan untuk mengerjakan dapur 3T. Nah, sementara mereka udah berbulan-bulan sekarang di sini tidak bisa beroperasi," jelas Yazdi.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research