3 Warga Bandung Barat Tewas Diduga Terkena Ledakan Peluru Mortir

4 hours ago 3

Pihak kepolisian melakukan pengecekan lokasi ledakan peluru mortir di Kampung Ciparang RT 04, RW 07, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Rabu (8/7/2026) yang menewaskan tiga orang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Peristiwa ledakan diduga peluru mortir terjadi di Kampung Ciparang RT 04, RW 07, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat pada Rabu (8/7/2026). Tiga orang warga dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut.

"Betul ada kejadian ledakan peluru Mortir 81 sekitar pukul 10.30 WIB. Tiga orang meninggal dunia," kata Kapolsek Cipatat, Kompol D.M.S Andriani Sapin saat dikonfirmasi.

Pihak kepolisian sudah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Awal peristiwa ledakan itu diketahui setelah salah seorang warga mendengar suara ledakan di sekitar rumah korban bernama Ade (21 tahun). Setelah dilakukan pengecekan bersama-sama, ternyata ada tiga korban yang sudah tergeletak. Selain Ade, dua korban lainnya adalah Suhri (40) dan Rodiana (40).

"Saksi mendengar ada suara ledakan dari arah rumah korban, tidak lama kemudian datang saksi lainnya memberitahu kalau ada warga yang terkena ledakan. Kemudian saksi berangkat ke rumah korban dan didapati tiga orang sudah tergeletak," ungkap Andriani.

Dua korban yang diketahui Suhri dan Ade meninggal di lokasi kejadian. Kemudian satu korban lainnya, Rodiana sempat dievakuasi warga ke Puskesmas Rajamandala hingga akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Dustria dan dinyatakan meninggal sore hari.

"Dua orang meninggal dunia atas nama Ade dan atas nama Suhri dan satu orang luka berat atas. Rodiana meninggal di Rumah Sakit Dustira jam 17.25 WIB," terang Andriani.

Berdasarkan keterangan saksi, ungkap dia, warga sekitar memang terbiasa memungut selongsong peluru bekas latihan termasuk ketiga korban. "Adapun yang sering di pungut oleh masyarakat adalah selongsong peluru dan proyektil. Sedangkan untuk mortir bekas tidak pernah diambil," ujar Andriani.

Petugas kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Tim Inafis dan Jibom juga dilibatkan guna memastikan sterilisasi lokasi dari sisa bahan peledak lain yang mungkin masih ada.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research