Dari Bojonggede ke Sentul, Awal Perubahan Besar Transportasi Bogor Dimulai

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pagi di Kabupaten Bogor selalu dimulai dengan irama yang sama, deru mesin yang berlapis-lapis, langkah kaki yang terburu, dan arus manusia yang mengalir menuju Jakarta.

Dari Bojonggede hingga Sentul, dari gang-gang permukiman hingga jalan utama, mobilitas menjadi denyut nadi yang tak pernah benar-benar berhenti. Di wilayah dengan lebih dari enam juta jiwa ini, perjalanan bukan sekadar perpindahan, melainkan rutinitas kolektif yang membentuk wajah kehidupan sehari-hari.

Setiap pagi, ribuan orang berangkat membawa harapan, pekerjaan, dan kewajiban. Sore hari, mereka kembali dengan kelelahan yang sama, menyatu dalam kemacetan yang seolah menjadi takdir bersama. Jalan diperlebar, simpang ditata, rekayasa lalu lintas silih berganti diterapkan. Namun kendaraan pribadi tumbuh lebih cepat daripada solusi yang disediakan, membuat persoalan lama terus berulang dalam bentuk yang nyaris serupa.

Di tengah kebuntuan itu, muncul kesadaran baru bahwa menambah ruang jalan bukan lagi jawaban. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, melihat bahwa persoalan mobilitas harus dijawab dengan cara yang berbeda, dengan menghadirkan sistem transportasi massal yang modern, terintegrasi, dan mampu mengubah kebiasaan masyarakat. Dari gagasan itulah lahir KaBogor Bus Listrik, sebuah upaya kecil yang menyimpan harapan besar.

Empat armada bus listrik mulai diuji coba di koridor Bojonggede hingga Sentul. Kehadirannya diperkenalkan kepada publik dalam suasana Car Free Day di Jalan Tegar Beriman, seolah ingin menegaskan arah baru, bahwa transportasi masa depan tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga keberlanjutan. Selama tiga bulan, layanan ini digratiskan, memberi kesempatan masyarakat untuk merasakan alternatif perjalanan yang lebih tenang dan terjadwal.

Pemilihan Bojonggede bukan tanpa alasan. Setiap hari, sekitar 50 ribu penumpang KRL turun di stasiun ini, lalu tersebar tanpa arah yang terintegrasi. Mereka bergantung pada kendaraan pribadi, ojek, atau angkutan yang berjalan sendiri-sendiri. Di titik inilah KaBogor Bus mencoba mengisi celah, menghubungkan stasiun dengan kawasan ekonomi seperti Cibinong dan Sentul, termasuk titik-titik penting seperti AEON dan halte yang terhubung dengan layanan TransJakarta.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research