Pekerja mengemas paket makan malam bagi jamaah calon haji Indonesia di dapur Raghaeb Catering, Makkah, Arab Saudi, Selasa (13/5/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perum Bulog menyiapkan beras premium untuk seluruh jamaah haji Indonesia pada musim haji 2026 dengan pertimbangan utama menjaga selera makan kelompok lansia. Penyiapan beras tersebut dijalankan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menilai kecocokan rasa beras menjadi faktor penting bagi jamaah haji reguler yang didominasi kelompok usia lanjut. Perbedaan karakter rasa beras selama ini dinilai memengaruhi nafsu makan serta kondisi fisik jamaah saat menjalankan ibadah.
“Banyak jamaah kita di Saudi itu tidak suka dengan beras-beras dari luar karena rasanya beda. Jamaah reguler itu banyak mbah-mbah, pakde-pakde dari kampung. Begitu pakai makanan-makanan hotel, tidak selera dia makan,” kata Rizal saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan penggunaan beras Indonesia ditujukan untuk menjaga asupan makan dan daya tahan tubuh jamaah selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Karakter rasa beras nasional dinilai lebih sesuai dengan kebiasaan konsumsi jamaah asal Tanah Air.
“Supaya selera makan dan daya tubuhnya juga sehat dan kuat, kita gunakan beras Indonesia. Rasanya yang biasa dimakan oleh jemaah haji kita,” ujar Rizal.
Bulog menyiapkan beras dengan spesifikasi premium khusus untuk konsumsi jamaah di Arab Saudi. Standar yang diterapkan meliputi tingkat pecahan maksimal 5 persen dan kadar air 14 persen atau di bawahnya, lebih tinggi dibandingkan beras premium nasional yang umumnya memiliki tingkat pecahan sekitar 15 persen.
Beras tersebut diproduksi dari gabah kering panen yang baru dipanen untuk menjaga kesegaran dan mutu. Gabah segar langsung digiling menggunakan fasilitas penggilingan modern agar menghasilkan beras pulen sesuai selera konsumsi jamaah.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan beras yang digunakan berasal dari beras SPHP Bulog yang kemudian diolah ulang agar memenuhi standar premium.
“Ini kan berasnya SPHP, tapi diolah. Ada pabrik yang disegel oleh Polri, yang Wilmar punya. Kita pinjam, Bulog pinjam pakai untuk mengolah itu sehingga produksinya premium kelas satu,” ujar tokoh yang akrab disapa Zulhas ini.
Pengolahan dilakukan menggunakan fasilitas penggilingan milik Wilmar yang telah terkomputerisasi dan dinilai mampu menghasilkan kualitas beras sesuai permintaan pengelola dapur jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Skema pinjam pakai pabrik tersebut telah mengantongi izin dari Kabareskrim Polri.
Bulog merencanakan pengiriman awal beras haji pada pekan ketiga Februari 2026 dengan volume 2.280 ton. Perusahaan juga menyiapkan cadangan hingga 3.000 ton untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan, termasuk potensi pemanfaatan bagi jamaah umrah.

3 weeks ago
9











































