REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kesadaran masyarakat terhadap keamanan produk rumah tangga dinilai terus meningkat, termasuk dalam memilih sabun cuci piring yang digunakan setiap hari. Isu residu kimia pada peralatan makan dan potensi iritasi kulit menjadi perhatian yang mendorong produsen menghadirkan alternatif produk berbahan alami.
Dalam rangkaian Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026, kampanye edukasi bertajuk "Piring Bersih Alami, Bukan Kimiawi" digelar untuk mengajak masyarakat lebih cermat memilih produk pembersih peralatan makan dan masak yang digunakan sehari-hari.
Senior Brand Manager Mayora Home Care, Bondan Abdul Malik, mengatakan kebutuhan konsumen terhadap produk rumah tangga kini tidak lagi sebatas kemampuan membersihkan, tetapi juga aspek keamanan dan kenyamanan penggunaan.
"Kami melihat semakin banyak keluarga Indonesia yang mengeluhkan kulit tangan teriritasi akibat terpapar zat kimia dalam sabun cuci piring setiap hari, serta bau sabun yang masih tertinggal setelah peralatan makan dibilas," ujar Bondan dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).
Menurut dia, tren tersebut menunjukkan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap produk yang bersentuhan langsung dengan peralatan makan keluarga. Karena itu, produsen mulai menghadirkan inovasi berbahan dasar tumbuhan yang diklaim mampu mengangkat lemak dan bau amis tanpa meninggalkan residu kimia.
Bondan menilai kebersihan peralatan makan tidak hanya diukur dari tampilannya yang bersih, tetapi juga dari rasa aman saat digunakan kembali oleh anggota keluarga.
"Kesadaran konsumen kini berkembang. Mereka ingin memastikan produk yang digunakan sehari-hari tidak hanya efektif, tetapi juga memberikan rasa nyaman dan aman," katanya.
Kampanye edukasi tersebut turut menghadirkan artis sekaligus ibu muda, Nikita Willy, yang berbagi pengalamannya dalam memilih produk rumah tangga untuk kebutuhan keluarga.
Menurut Nikita, orang tua kini semakin memperhatikan berbagai produk yang digunakan di rumah, termasuk sabun cuci piring yang dipakai untuk membersihkan peralatan makan anak dan keluarga.
"Produk yang baik bukan hanya mampu membersihkan dengan maksimal, tetapi juga membuat saya merasa tenang saat digunakan untuk mencuci peralatan makan keluarga," ujarnya.
Selain edukasi, penyelenggara juga menghadirkan sejumlah aktivitas interaktif bagi pengunjung, termasuk simulasi mencuci piring berukuran besar dan berbagai permainan yang bertujuan mengenalkan pentingnya menjaga kebersihan peralatan makan.
Pengamat perilaku konsumen menilai meningkatnya perhatian terhadap bahan baku dan keamanan produk rumah tangga merupakan bagian dari tren gaya hidup sehat yang semakin berkembang di masyarakat perkotaan. Konsumen tidak lagi hanya mempertimbangkan harga dan fungsi produk, tetapi juga dampaknya terhadap kesehatan keluarga serta lingkungan.
Melalui berbagai kegiatan edukatif di JFK 2026, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya memilih produk rumah tangga yang aman digunakan dalam jangka panjang dan mendukung kualitas hidup keluarga.

6 hours ago
2









































