Baru Setahun Berkuasa, Pemerintahan Lithuania Tumbang Lagi, Siapa Pengganti Perdana Menteri?

6 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Lithuania kembali terguncang. Untuk kedua kalinya dalam masa jabatan parlemen saat ini, sebuah pemerintahan runtuh sebelum menyelesaikan masa tugasnya.

Pengunduran diri Perdana Menteri Inga Ruginiene pada Selasa memaksa seluruh kabinet meletakkan jabatan, membuka babak baru perebutan kendali politik di negara anggota NATO yang berada di garis depan ketegangan dengan Rusia. Tetapi siapa yang akan mengambil alih kekuasaan?

"Saya pikir pemerintah ini memiliki banyak hal yang patut dibanggakan meskipun menghadapi berbagai tantangan," kata Ruginiene dalam rapat kabinet terakhir yang digelar Selasa pagi.

Namun pujian itu tidak mampu menutupi kenyataan bahwa koalisi yang berkuasa kembali berubah arah.

Kabinet menggelar pertemuan terakhirnya pada pagi hari dan secara bulat menyetujui resolusi pengunduran diri. Tak lama kemudian, Presiden Gitanas Nauseda secara resmi menerima pengunduran diri tersebut dan meminta para menteri tetap menjalankan tugas sebagai pemerintahan sementara.

Berapa lama situasi transisi ini akan berlangsung?

Menurut hukum Lithuania, Nauseda kini memiliki waktu 15 hari untuk menunjuk calon perdana menteri baru. Nama yang paling kuat muncul adalah Mindaugas Sinkevicius, Ketua Partai Sosial Demokrat yang saat ini memimpin koalisi pemerintahan.

Tetapi penunjukan presiden belum cukup.

Sinkevicius masih harus melewati persetujuan parlemen Lithuania atau Seimas. Jika lolos, ia hanya memiliki waktu 15 hari untuk menyusun kabinet dan merancang program pemerintahan baru sebelum kembali meminta restu parlemen. Mampukah ia mengonsolidasikan koalisi yang terus berubah?

Yang membuat situasi ini semakin menarik, pemerintahan baru nanti akan menjadi koalisi ketiga yang dibentuk Partai Sosial Demokrat sejak pemilu parlemen akhir 2024.

Artinya, dalam waktu yang relatif singkat, peta kekuasaan Lithuania telah berubah berkali-kali.

Pemerintahan yang kini tumbang sebenarnya baru terbentuk pada Agustus tahun lalu. Kabinet tersebut lahir setelah pendahulunya ambruk akibat pengunduran diri Perdana Menteri Gintautas Paluckas yang terseret penyelidikan terkait urusan bisnisnya.

Kini sejarah seakan berulang.

Pergantian pemerintahan kedua dalam satu periode parlemen menimbulkan pertanyaan yang semakin sulit diabaikan: apakah Lithuania sedang mengalami sekadar rotasi politik biasa, atau justru menghadapi gejala ketidakstabilan yang lebih dalam di jantung pemerintahannya?

sumber : Xinhua

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research