Bersiaplah Hadapi 9 Guncangan dalam 3 Hari: MSCI - Pertemuan China AS

13 hours ago 5
  • Pasar keuangan Indonesia berakhir di zona merah pada akhir pekan lalu, bursa saham dan rupiah rontok
  • Wall Street mencetak rekor ditopang oleh kinerja laba perusahaan
  • Perkembangan perang dan data ekonomi dari dalam serta luar negeri akan menjadi penggerak pasar hari ini dan sepanjang pekan depan

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia babak belur pada perdagangan pekan lalu. Bursa saham dan rupiah rontok. Hanya pasar obligasi yang membaik.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih menghadapi tekanan pada pekan ini. Selengkapnya mengenai sentimen pasar pada hari ini dan pekan ini akan dibahas pada artikel 3 halaman ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan lalu dengan meninggalkan level 7.000.

IHSG ditutup turun 204,92 poin atau -2,86% ke level 6.969,40, pada Jumat (8/5/2026). Sebanyak 575 saham turun, 133 naik, dan 108 stagnan.

Nilai transaksi terbilang tinggi, yakni Rp 36,1 triliun, melibatkan 56,3 miliar saham dalam 2,82 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun merosot menjadi Rp 12.406 triliun.

Kendati demikian, IHSG mencatat kenaikan 0,18% jika dihitung dalam satu pekan.

Pada akhir pekan lalu, tercatat saham-saham komoditas, mulai dari batu bara hingga nikel mendadak turun signifikan pada perdagangan sesi 2. Merdeka Copper Gold (MDKA), Timah (TINS), Vale Indonesia (INCO), dan Merdeka Gold Resources (EMAS) turun lebih dari 10%.

Akan tetapi dua pemberat utama IHSGhari ini adalah Barito Renewables Energy (BREN) dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang masing-masing menyubang -20,29 poin dan -20,28 poin.

Koreksi dalam pada saham-saham komoditas, khususnya nikel seiring dengan rencana pemerintah untuk menerapkan pajak baru untuk sektor batu bara dan nikel atas 'durian runtuh' keuntungan industri. Pajak ini kerap disebut sebagai windfall profit tax.

Pengenaan windfall tax terhadap sektor pertambangan dan pengelolaan nikel ini akan dikenakan beriringan dengan pemberlakuan bea keluar. Saat ini, kebijakan itu kata dia masih didiskusikan dengan Kementerian ESDM.

Dari pasar mata uang, rupiah ditutup melemah 0,17% ke level Rp17.360/US$ pada Jumat pekan lalu. Pelemahan ini sekaligus mematahkan tren penguatan rupiah dalam dua hari perdagangan beruntun sejak Rabu.

Dalam sepekan, rupiah sudah melemah 0,32%.

Pelemahan ini berbanding terbalik dengan mata uang Asia lainnya.Meskipun banyak mata uang Asia melemah pada Jumat tetapi dalam sepekan ini pergerakannya sangat kencang.

Ringgit Malaysia mampu menguat 1,25% terhadap dolar AS pekan ini. Begitu pula dengan peso Filipina hingga dong Vietnam.

Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) melandai ke 6,701% pada Jumat pekan lalu, dari 6,829% pada akhir pekan sebelumnya.

Melandainya imbal hasil ini menandai adanya pergerakan pembelian SBN sehingga harga naik.

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research