AS Pilih Biarkan Minyak Rusia Mengalir ke Pasar Global, Ini Kata Menteri Amerika

2 hours ago 1

Menteri Energi Amerika Chris Wright.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Amerika Serikat memilih pendekatan pragmatis dalam menyikapi aliran minyak Rusia di pasar global. Di tengah ketegangan geopolitik dan tekanan harga energi, Washington memutuskan untuk tidak sepenuhnya menutup arus minyak tersebut, melainkan membiarkannya mengalir dengan pengaturan arah distribusi.

Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright menyatakan kebijakan itu diambil sebagai langkah jangka pendek yang mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan stabilitas energi global. Ia menilai, menghentikan sepenuhnya aliran minyak Rusia justru berpotensi memperburuk krisis energi di berbagai kawasan.

“Kami baru saja membuat keputusan kemanusiaan yang pragmatis dalam jangka pendek; daripada membiarkan semua minyak itu pergi ke China, biarkan sebagian minyak itu pergi ke India,” kata Wright dalam wawancara dengan Fox News, Ahad (19/4).

Menurut Wright, sebagian minyak Rusia juga akan mengalir ke negara-negara lain di Asia yang memiliki kapasitas pemurnian. Negara-negara tersebut kemudian dapat menyalurkan kembali produk energi ke pasar global, termasuk ke kawasan yang mengalami tekanan harga tinggi.

“Biarkan sebagian minyak itu pergi ke negara-negara lain di Asia yang akan memurnikan minyak itu, memberi energi kepada rakyat mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebijakan ini bukanlah perubahan prinsip, melainkan penyesuaian terhadap realitas pasar energi global yang sudah telanjur terhubung. Minyak Rusia, kata dia, pada dasarnya sudah berada di pasar internasional dan sulit untuk sepenuhnya dihentikan.

Wright juga menyinggung peran India dalam rantai pasok energi global. Ia menyebut India tidak hanya mengimpor minyak mentah, tetapi juga mengekspor produk bahan bakar ke berbagai wilayah, termasuk Eropa.

“India mengekspor bahan bakar ke Uni Eropa, yang juga sedang dalam kondisi sangat khawatir terkait tingginya harga energi,” katanya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research