AS Bajak Kapal Iran di Dekat Perairan Indonesia

2 hours ago 2

Kapal tanker MT Tifani yang dicegat marinir AS terlihat berlabuh di terminal Pulau Kharg Iran pada 6 April 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Blokade yang dilakukan Amerika Serikat terhadap kapal-kapal Iran mulai meluas jauh dari Selat Hormuz. Yang terkini, Amerika Serikat membajak kapal tanker dari Iran di jalur menuju Selat Malaka, tak jauh dari perairan Indonesia.

Pelacakan kapal tanker di Samudera Hindia pada Selasa menunjukkan Washington memenuhi ancamannya untuk melacak kapal-kapal yang terkait dengan Iran di mana pun di dunia. 

Data pelacakan laut menunjukkan kapal tanker M/T Tifani (kapal Organisasi Maritim Internasional nomor 9273337), yang dapat membawa 2 juta barel minyak mentah, dihentikan di laut antara Sri Lanka dan Indonesia, lebih dari 2.000 mil dari Teluk Persia, dalam wilayah operasi INDOPACOM.

Kapal tersebut menuju Selat Malaka, setelah berada di terminal minyak Pulau Kharg Iran di dalam teluk pada 6 April, menurut citra satelit yang dilihat oleh CNN. Data lalu lintas laut menunjukkan kapal tersebut berada di Teluk Oman, di luar Selat Hormuz, pada 10 April, bergerak ke arah tenggara.

Pada 21 April, tak lama setelah melewati Sri Lanka, kapal tanker tersebut tiba-tiba mengubah arah – pertama berbelok tajam 90 derajat ke selatan, lalu berbelok tajam 90 derajat kembali ke timur. Segera setelah itu, AS mengumumkan pembajakan kapal tersebut.

Tinjauan CNN terhadap pergerakan Tifani selama setahun terakhir menunjukkan bahwa kapal tersebut sering melakukan perjalanan antara Teluk Persia dan Batas Pelabuhan Luar Timur (EOPL) Malaysia di sisi timur Selat Malaka.

EOPL diklaim AS  adalah tempat di mana minyak yang diberi sanksi dari kapal tanker “armada gelap” dipindahkan ke kapal lain untuk mengaburkan asal usulnya dan menghindari sanksi. Dalam setahun terakhir, Tifani tampak melakukan beberapa kali perpindahan serupa di EOPL dan Selat Singapura, menurut data MarineTraffic. Citra satelit menunjukkan kapal tersebut berada tepat di samping kapal tanker lain bernama Macho Queen pada Agustus 2025. 

Video yang dirilis di media sosial oleh Departemen Pertahanan AS menunjukkan pasukan menaiki helikopter di kapal perang Angkatan Laut AS dan mendarat di kapal tanker tersebut. Kapal perang itu, sebuah pangkalan laut ekspedisi, seukuran kapal induk dan dapat mendukung helikopter dan pasukan khusus.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research