Arab Saudi Minta Pakistan Hentikan Jual Senjata ke Sudan, Ada Apa?

4 hours ago 2

Amalia Zahira,  CNBC Indonesia

23 April 2026 14:27

Jakarta, CNBC Indonesia - Langkah Arab Saudi menarik pembiayaan dari kesepakatan senjata antara Pakistan dan Sudan memicu efek domino yang merugikan Islamabad hingga miliaran dolar Amerika Serikat (AS). 

Kesepakatan senilai US$1,5 miliar itu terpaksa dihentikan setelah Riyadh meminta Pakistan mengakhiri transaksi tersebut.

Perubahan sikap Saudi ini juga mengancam kesepakatan lain di Libya, menandakan ketidakpastian baru dalam ekspansi industri pertahanan Pakistan di Afrika.

Ekspansi Senjata Pakistan Tersendat di Afrika

Kesepakatan dengan Sudan sejatinya sudah memasuki tahap lanjut dan mencakup penjualan jet tempur serta sistem persenjataan. Ini merupakan bagian dari strategi besar Pakistan untuk memperluas pasar ekspor militernya ke Afrika.

Namun, kesepakatan yang bergantung pada pembiayaan Saudi menjadi titik lemah. Ketika Riyadh memutuskan mundur, Pakistan tak punya banyak pilihan selain menghentikan transaksi.

Padahal, langkah ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi Islamabad untuk memperkuat posisinya sebagai eksportir senjata di pasar berkembang, khususnya di kawasan Afrika yang tengah menghadapi berbagai konflik.

Di Bawah Tekanan Barat, Saudi Berbalik Arah

Awalnya, Saudi justru aktif mempererat hubungan dengan Sudan, termasuk melalui bantuan infrastruktur dan rencana kerja sama pemurnian emas.

Riyadh juga sempat mendukung militer Sudan yang dipimpin oleh Abdel Fattah al-Burhan di tengah rivalitas dengan Uni Emirat Arab yang dituduh dekat dengan pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF).

Namun, arah kebijakan itu berubah. Sumber menyebut negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, mendorong Saudi untuk tidak terlibat lebih jauh dalam konflik proxy di Afrika.

Di saat bersamaan, kerajaan juga tengah meninjau ulang komitmen eksternalnya dan memilih fokus pada keamanan domestik, terutama di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Pertemuan antara pejabat Sudan dan otoritas Saudi di Riyadh pada Maret lalu menjadi titik balik, yang berujung pada keputusan penarikan pembiayaan.

Efek Domino ke Libya, Deal US$4 Miliar Terancam

Dampak perubahan strategi Saudi tak berhenti di Sudan. Kesepakatan lain senilai US$4 miliar antara Pakistan dan pihak yang terafiliasi dengan Libyan National Army kini juga berada di ujung tanduk.

Sumber keamanan Pakistan menyebut Riyadh tengah "meninjau ulang strategi" di Afrika termasuk Sudan dan Libya, yang berarti potensi dukungan terhadap kerja sama militer juga bisa dihentikan. Jika itu terjadi, ambisi Pakistan untuk memperluas ekspor pertahanan ke Afrika berisiko gagal total.

Bagi Pakistan, keputusan Saudi ini sangat krusial mengingat hubungan dekat kedua negara selama ini, termasuk dukungan finansial yang kerap membantu stabilitas ekonomi Islamabad.

Kini, ketergantungan tersebut justru menjadi bumerang, di saat Pakistan juga berupaya memposisikan diri sebagai mediator dalam ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

(mae/mae)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research