Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mempresentasikan program pelestarian lingkungan yang dijalaninya.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid membawa pesan pelestarian Danau Poso ke forum internasional dalam rangkaian World Lake Day 2026. Kehadirannya tidak hanya untuk memperkenalkan keindahan salah satu danau utama di Sulawesi Tengah, tetapi juga menegaskan pentingnya menjaga ekosistem air tawar dengan melibatkan masyarakat yang hidup di sekitarnya.
Anwar menyampaikan pandangan pemerintah daerah Indonesia mengenai perlindungan danau, keberlanjutan lingkungan, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam.
“Saya hadir mewakili pemerintah daerah di Indonesia untuk memperkenalkan Danau Poso dan komitmen Sulawesi Tengah dalam menjaga ekosistem air tawarnya,” kata Anwar Hafid.
Menurut dia, Danau Poso bukan sekadar bentang alam atau aset pariwisata. Bagi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Poso, danau tersebut memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
“Bagi masyarakat Sulawesi Tengah, terkhusus Kabupaten Poso, Danau Poso adalah simbol budaya, tradisi, kehidupan, dan identitas yang telah diwariskan lintas generasi,” ujarnya.
Karena itu, kata Anwar, pembicaraan mengenai Danau Poso di tingkat internasional tidak seharusnya berhenti pada potensi wisata dan panorama alam. Isu yang lebih penting adalah bagaimana kelestarian ekosistem dan keberlanjutan kehidupan masyarakat dapat berjalan beriringan.
“Karena itu, ketika saya bicara tentang Danau Poso di forum internasional, yang saya bawa bukan hanya cerita tentang keindahan alam,” katanya.
Anwar menekankan masyarakat harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam setiap upaya menjaga dan mengelola Danau Poso. Kekayaan alam, menurut dia, harus memberikan manfaat jangka panjang tanpa mengorbankan kelestariannya.
sumber : Antara

1 day ago
12
















































