Angka Pengangguran di Jabar Capai 1,79 juta, BPS: Ada Penurunan

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mengungkapkan angka pengangguran di Jawa Barat mencapai 1,79 juta orang atau 6,64 persen dari total angkatan kerja pada Februari tahun 2026. Jumlah tersebut diklaim mengalami penurunan 0,10 persen dibandingkan Februari tahun 2025.

"Angka pengangguran di Jawa Barat mengalami penurunan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 tercatat sebesar 6,64 persen atau sebanyak 1,79 juta orang, turun 0,10 persen poin dibandingkan Februari 2025," ucap.Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati melalui keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).

Ia mengatakan jumlah penduduk usia kerja di Jawa Barat bulan Februari 2026 mencapai 39,47 juta orang. Dari jumlah tersebut, jumlah angkatan kerja mencapai 26,89 juta orang, dan jumlah bukan angkatan kerja mencapai 12,58 juta orang.

"Dari jumlah angkatan kerja sebanyak 26,89 juta orang, ada sebanyak 25,10 juta orang yang bekerja, dan 1,79 juta orang pengangguran," kata dia.

Ia menyebut terdapat penambahan penyerapan tenaga kerja sebanyak 110,19 ribu orang dalam setahun terakhir. Sedangkan jumlah pengangguran turun sebanyak 20,79 ribu orang.

Margaretha menambahkan ekonomi Jawa Barat menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,79 persen secara tahunan year on year. Dibandingkan dengan triwulan IV-2025, ekonomi Jawa Barat tumbuh positif 0,24 persen.

"Kinerja ekonomi Triwulan I-2026 didorong oleh beberapa faktor kunci, di antaranya peningkatan mobilitas masyarakat yang mencapai 56,54 juta perjalanan wisatawan nusantara akibat momen Ramadan dan Idul Fitri," kata dia.

Secara struktur dari sisi lapangan usaha, sektor Industri Pengolahan mendominasi sebesar 39,60 persen, perdagangan sebesar 14,21 persen, pertanian 9,22 persen, konstruksi 8,14 persen, dan transportasi 6,84 persen.  Sumber pertumbuhan atau andil yang tertinggi dari sisi lapangan usaha disumbang oleh sektor industri sebesar 1,65 persen, transportasi sebesar 0,81 persen, infokom sebesar 0,58 persen, akomodasi dan mamin sebesar 0,51 persen, dan perdagangan sebesar 0,45 persen.

(N-Muhammad Fauzi Ridwan)

========================

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research