REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Produsen camilan PT Dua Kelinci membidik target penjualan yang dapat mencetak pertumbuhan sebesar 15–20 persen pada 2026. Marketing Deputy Director PT Dua Kelinci Emmanuel Dean dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (11/2/2026), mengatakan industri fast-moving consumer goods (FMCG) pada tahun lalu masih mencatatkan pertumbuhan, meski tidak setinggi ekspektasi.
Menurutnya, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil turut memengaruhi kinerja industri.
Meski begitu, pertumbuhan kelas menengah dan kebiasaan konsumsi camilan dalam porsi kecil namun lebih sering menjadi salah satu pendorong utama.
Momentum musiman seperti Ramadhan dan Idul Fitri turut memperkuat konsumsi, ditambah meningkatnya peran niaga elektronik (e-commerce) dalam mendorong transaksi produk FMCG pada 2025.
Data Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) mencatat industri makanan dan minuman nasional tumbuh sekitar 6,49 persen hingga kuartal III 2025, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 5 persen.
Memasuki Januari 2026, Emmanuel menilai terdapat perbaikan tren penjualan. Ia berharap momentum tersebut dapat berlanjut hingga akhir tahun.
“Semoga ini uptrend untuk 2026. Kami target standar semua FMCG, biasanya growth sekitar 15–20 persen,” ujarnya.
Selain mengejar pertumbuhan, perusahaan juga menyiapkan langkah pembenahan internal untuk memperkuat fondasi bisnis.
Fokus diarahkan pada perbaikan formulasi produk serta penyesuaian strategi agar lebih relevan dengan kebutuhan konsumen.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah pembaruan kemasan produk. Perusahaan memperkenalkan desain kemasan baru yang dinilai lebih modern dan menyesuaikan dengan preferensi pasar saat ini.
Menurut Emmanuel, perubahan tersebut tidak hanya bersifat tampilan, melainkan bagian dari upaya menjaga relevansi merek di tengah dinamika pasar dan pergeseran demografi konsumen, termasuk generasi milenial dan Gen Z.
Pembaruan kemasan diterapkan pada sejumlah lini produk utama, seperti kacang kulit, kacang koro, kacang polong, dan kacang campur. Transformasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi produk di segmen camilan keluarga.
sumber : ANTARA

2 weeks ago
2











































