Ahli: Peran Orang Tua Penting untuk Menjaga Kesehatan Mental Anak

8 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tumbuh kembang anak tidak hanya ditentukan oleh pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi emosional serta kualitas hubungan dengan orang tua. Para dokter mengingatkan pentingnya membangun lingkungan keluarga yang aman dan suportif sejak masa kehamilan hingga anak bertumbuh.

Perhatian terhadap kesehatan emosional anak dinilai semakin penting di tengah perubahan pola hidup dan perkembangan teknologi yang memengaruhi cara anak belajar, berinteraksi, dan bereksplorasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan, sekitar 10 persen atau sekitar 700 ribu dari tujuh juta anak yang menjalani pemeriksaan terdeteksi mengalami gejala kecemasan dan depresi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kesehatan anak perlu dipahami secara menyeluruh, termasuk kesehatan mental dan emosionalnya.

Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr Erfenes SpOG, mengatakan investasi kesehatan anak dimulai sejak masa kehamilan. Menurut dia, kondisi fisik dan emosional ibu menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak.

"Investasi kesehatan ibu dan bayi perlu dimulai sejak awal, karena kondisi ibu yang sehat secara fisik dan emosional menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak," ujar dr Erfenes dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7/2026).

Ia menambahkan, keterlibatan ayah sejak masa prakehamilan hingga setelah persalinan juga berperan besar dalam mendukung kesehatan ibu. Dukungan tersebut dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif, menurunkan risiko komplikasi, sekaligus menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan anak.

Sementara itu, dokter spesialis anak dr S Tumpal Andreas M.Ked(Ped), SpA menekankan bahwa stimulasi yang tepat sesuai usia menjadi salah satu faktor penting dalam mengoptimalkan perkembangan anak. Menurut dia, anak memerlukan kesempatan untuk bermain, bergerak, mencoba berbagai hal baru, dan belajar dari lingkungan sekitarnya.

"Mengoptimalkan perkembangan anak bukan hanya tentang memastikan kondisi fisiknya sehat, melainkan juga memberikan stimulasi yang sesuai dengan tahap pertumbuhannya. Dengan pendampingan yang tepat, anak dapat berkembang lebih percaya diri dan menemukan potensinya sejak dini," katanya.

Hal senada disampaikan psikolog Ajeng Raviando. Ia mengatakan kualitas hubungan antara orang tua dan anak menjadi kunci dalam membangun rasa percaya diri serta keberanian anak untuk bereksplorasi. "Anak membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa diterima dan didukung. Ketika hubungan antara anak dan orang tua terbangun melalui interaksi yang positif, anak akan lebih mudah mengembangkan rasa percaya diri dan keberanian untuk mencoba hal baru," ujarnya.

Menurut Ajeng, kedekatan emosional tidak diukur dari lamanya waktu bersama, tetapi dari kualitas interaksi yang dibangun dalam keseharian. "Bonding bukan hanya tentang durasi waktu yang dihabiskan bersama, melainkan bagaimana kualitas hubungan yang terbentuk. Karena itu, happy kids berawal dari happy parents," katanya.

Para ahli tersebut menyampaikan pandangannya dalam kegiatan Konicare Happy Kids Academy 2026 yang digelar di Jakarta pada 27-28 Juni 2026. Kegiatan itu menghadirkan sesi edukasi bersama dokter spesialis kandungan, dokter spesialis anak, dan psikolog mengenai kesehatan ibu dan anak, stimulasi sesuai tahapan usia, serta pentingnya membangun hubungan emosional yang positif dalam keluarga.

Selain edukasi bagi orang tua, kegiatan tersebut juga menyediakan berbagai aktivitas interaktif bagi anak sebagai sarana bermain, berekspresi, dan mengembangkan kepercayaan diri.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research