7 Pakar dari AS Ini Sepakat Perang Melawan Iran akan Sangat Berbahaya

3 days ago 6

epa08571184 A handout photo made available by the Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) website; Sepah News shows, Iranian military fires a missile targeting a mock-up of US aircraft carrier in the strategic Strait of Hormuz, southern of Iran, 28 July 2020. Media reported that Iran held a war game at the Strait of Hormuz amid heightened tensions between Iran and the USA. EPA-EFE/HANDOUT HANDOUT EDITORIAL USE ONLY/NO SALES

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK— Amerika Serikat sekali lagi berada di ambang perang dengan Iran. Presiden Amerika Serikat Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Teheran guna menghentikan program nuklirnya dengan mengerahkan armada militer besar yang terdiri dari pesawat dan kapal perang ke Timur Tengah, yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut sejak Perang Irak.

Situs Politico Amerika melakukan survei terhadap tujuh pakar yang mengeksplorasi keuntungan, dan risiko potensial dari tindakan militer terhadap Iran.

Mereka sepakat bahwa Presiden Trump mungkin akan mengambil risiko yang sulit diprediksi dan dianggap lebih berbahaya daripada manuver-manuvernya sebelumnya.

Pertama, Ryan Crocker: Tidak ada mundur kali ini

Ryan Crocker, mantan duta besar untuk Afghanistan, Irak, Pakistan, Suriah, Kuwait, dan Lebanon, menyatakan dirinya tidak yakin Iran akan tunduk terhadap permintaan Washington untuk berhenti mengolah uranium, membatasi rudal balistik, dan berhenti menyokong agen-agennya di kawasan itu. Menurutnya, tunduk terhadap permintaan itu akan mengakibatkan Republik Islam Iran tamat.

Crocker, yang saat ini menjadi pakar urusan diplomatik dan keamanan di Rand Corporation, berpendapat Presiden Trump tidak akan mundur dan jika tidak tercapai kesepakatan dengan Iran, dia akan memulai tindakan militer, mungkin terbatas pada awalnya, dalam upaya memaksa Iran menerima kesepakatan.

Jika itu tidak berhasil, tambah Crocker, Trump akan memperluas operasi dengan menargetkan kemampuan rudal Iran untuk melemahkan rezim, termasuk kepemimpinan agama dan militer.

Jika rezim jatuh, Crocker memperkirakan bahwa perwira militer yang tidak dikenal akan mengambil alih kekuasaan dan kekerasan internal akan meluas.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research