Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
22 March 2026 09:00
Jakarta, CNBC Indonesia - Dinamika geopolitik global pada Maret 2026 terus menjadi pendorong utama lonjakan belanja militer di berbagai negara. Saat ini, dunia sedang menghadapi eskalasi konflik bersenjata yang masif di sejumlah kawasan.
Di Timur Tengah, perang tidak lagi terbatas di Gaza, melainkan telah meluas menjadi konflik regional terbuka yang melibatkan Israel, Iran, dan Lebanon, yang bahkan mulai berimbas pada lalu lintas maritim dan infrastruktur energi di negara-negara Teluk.
Kombinasi dari berbagai konflik ini menempatkan industri pertahanan Amerika Serikat (AS) pada posisi yang sangat strategis. Perusahaan kontraktor militer AS terus diuntungkan oleh lonjakan pesanan jangka panjang untuk Alat Utama Sistem Pertahanan (alutsista) kelas atas guna merespons ancaman global tersebut.
Berdasarkan data perdagangan terakhir, terdapat sepuluh perusahaan publik asal AS yang memimpin kapitalisasi pasar di industri ini.
Seluruh perusahaan yang masuk dalam daftar ini telah diklasifikasikan beroperasi di sektor pertahanan dan secara regulasi memproduksi, menyuplai, atau mengembangkan teknologi militer untuk pemerintah Amerika Serikat dan negara sekutu.
1. GE Aerospace (NYSE: GE)
GE Aerospace menempati posisi puncak dengan kapitalisasi pasar tercatat sebesar US$297,96 miliar atau sekitar Rp 5.056,38 triliun (US$1= Rp 16.970). Meskipun memiliki rekam jejak yang kuat di penerbangan komersial, GE merupakan salah satu pemasok utama di industri militer.
Fokus utama mereka di sektor pertahanan adalah pengembangan, produksi, dan perawatan mesin pesawat tempur, helikopter militer, serta sistem aviasi untuk Departemen Pertahanan AS.
2. RTX Corp (NYSE: RTX)
Berada di posisi kedua, RTX Corp memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$266,72 miliar. Sebelumnya dikenal sebagai Raytheon Technologies, RTX adalah kontraktor pertahanan murni yang memproduksi berbagai peralatan militer strategis.
Produk mereka mencakup sistem rudal presisi, pertahanan udara seperti sistem Patriot, radar militer, hingga mesin pesawat tempur melalui anak perusahaannya, Pratt & Whitney.
3. Boeing (NYSE: BA)
Boeing mencatatkan kapitalisasi pasar sebesar US$153,33 miliar. Perusahaan ini memiliki divisi khusus bernama Boeing Defense, Space & Security yang bertanggung jawab atas kontrak-kontrak militer. Portofolio militer Boeing sangat masif, mencakup produksi pesawat tempur, pesawat pengebom, pesawat pengisi bahan bakar udara, helikopter serang Apache, hingga sistem persenjataan strategis dan satelit pertahanan.
4. Lockheed Martin (NYSE: LMT)
Lockheed Martin adalah kontraktor pertahanan terbesar di dunia dalam hal pendapatan yang murni berasal dari sektor militer, dengan kapitalisasi pasar US$144,41 miliar. Secara regulasi dan operasional, perusahaan ini adalah pilar utama industri militer AS.
Lockheed Martin adalah produsen utama pesawat tempur generasi kelima F-35 Lightning II, sistem rudal HIMARS, dan berbagai teknologi dirgantara taktis lainnya.
5. Northrop Grumman (NYSE: NOC)
Dengan kapitalisasi pasar mencapai US$100,33 miliar, Northrop Grumman berfokus pada teknologi militer mutakhir dan kedirgantaraan tingkat lanjut. Perusahaan ini memproduksi pesawat pengebom siluman B-21 Raider, sistem drone militer, teknologi radar siber, dan berbagai sistem pertahanan rudal balistik antarbenua.
6. General Dynamics (NYSE: GD)
General Dynamics mencatatkan kapitalisasi pasar sebesar US$93,34 miliar dan memiliki diversifikasi yang kuat di sektor alutsista darat dan laut. Perusahaan ini adalah produsen utama tank tempur M1 Abrams dan kendaraan lapis baja Stryker. Melalui divisi Electric Boat, mereka juga merupakan kontraktor utama untuk pembuatan kapal selam bertenaga nuklir bagi Angkatan Laut AS.
7. Howmet Aerospace (NYSE: HWM)
Howmet Aerospace memiliki kapitalisasi pasar US$92,70 miliar. Meskipun sering dilihat sebagai pemasok komponen industri, Howmet memiliki eksposur yang sangat besar di sektor militer. Perusahaan ini memproduksi komponen struktural logam khusus, material titanium, dan sistem pengikat (fastening systems) yang krusial untuk struktur pesawat tempur dan amunisi pertahanan.
8. TransDigm Group (NYSE: TDG)
TransDigm Group mencatatkan kapitalisasi pasar sebesar US$66,49 miliar. Perusahaan ini beroperasi sebagai pemasok komponen tingkat lanjut untuk pesawat militer dan kendaraan pertahanan. Secara regulasi, TransDigm memegang banyak kontrak pertahanan pemerintah AS untuk memproduksi suku cadang khusus yang sulit digantikan, menjadikannya pemain vital dalam rantai pasok militer.
9. L3Harris Technologies (NYSE: LHX)
L3Harris Technologies, dengan kapitalisasi pasar US$66,18 miliar, adalah inovator utama di bidang teknologi komunikasi taktis dan peperangan elektronik. Perusahaan ini secara eksklusif berfokus pada pasar pertahanan, menyediakan radio militer, sistem penginderaan malam (night vision), avionik, dan infrastruktur komunikasi satelit untuk keperluan operasi militer global.
10. Axon Enterprise (NASDAQ: AXON)
Melengkapi daftar 10 besar, Axon Enterprise memiliki kapitalisasi pasar US$39,66 miliar. Walaupun dikenal luas sebagai penyedia perangkat untuk kepolisian, Axon memiliki divisi khusus yang melayani militer dan pemerintah federal AS. Perusahaan ini menyuplai kamera taktis, perangkat lunak berbasis cloud untuk manajemen bukti operasi, serta teknologi senjata non-mematikan kepada unit-unit militer.
-
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)
Addsource on Google

















































