REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Pemerintah Amerika Serikat (AS) dinilai tidak mampu membayar utangnya. Hal ini bukan sekadar hiperbola, melainkan kesimpulan yang diambil dari laporan keuangan konsolidasi Departemen Keuangan untuk tahun fiskal 2025 yang dirilis pekan lalu.
Dalam laporan tersebut, total aset tercatat sebesar 6,06 triliun dolar AS (sekitar Rp 93.930 triliun-Rp 96.960 triliun), sementara total kewajiban mencapai 47,78 triliun dolar AS (sekitar Rp 740.590 triliun-Rp 764.480 triliun) per 30 September 2025.
Angka kewajiban tersebut belum mencakup kewajiban tidak didanai dari program asuransi sosial seperti Jaminan Sosial dan Medicare, yang dilaporkan terpisah dalam Laporan Asuransi Sosial (Statement of Social Insurance/SOSI).
Dilansir laman Fortune, posisi neraca AS tidak termasuk SOSI, memburuk hampir 2,07 triliun dolar AS (sekitar Rp 32.085 triliun-Rp 33.120 triliun) dari tahun fiskal 2024 ke 2025, menjadi negatif sebesar 41,72 triliun dolar AS (sekitar Rp 646.660 triliun-Rp 667.520 triliun).
Total kewajiban kini hampir delapan kali lipat nilai aset. Peningkatan terbesar berasal dari utang federal dan bunga yang harus dibayar sebesar 2 triliun dolar AS (sekitar Rp 31.000 triliun-Rp 32.000 triliun), sehingga totalnya menjadi 30,33 triliun dolar AS (sekitar Rp 470.115 triliun-Rp 485.280 triliun). Selain itu, kewajiban tunjangan pegawai federal dan veteran meningkat 438,8 miliar dolar AS (sekitar Rp 6.801 triliun-Rp 7.021 triliun), menjadi 15,47 triliun dolar AS (sekitar Rp 239.785 triliun-Rp 247.520 triliun).
Kewajiban di Luar Neraca
Kondisi semakin mengkhawatirkan jika memperhitungkan kewajiban di luar neraca. Kewajiban asuransi sosial selama 75 tahun meningkat 10,1 triliun dolar AS (sekitar Rp 156.550 triliun-Rp 161.600 triliun), dari 78,3 triliun dolar AS (sekitar Rp 1.213.650 triliun-Rp 1.252.800 triliun) menjadi 88,4 triliun dolar AS (sekitar Rp 1.370.200 triliun-Rp 1.414.400 triliun).
Jika digabungkan dengan kewajiban resmi sebesar 47,8 triliun dolar AS, total kewajiban federal mencapai lebih dari 136,2 triliun dolar AS (sekitar Rp 2.111.100 triliun-Rp 2.179.200 triliun), atau sekitar lima kali lipat produk domestik bruto (PDB) tahunan AS.
Kantor Akuntabilitas Pemerintah (Government Accountability Office/GAO) kembali memberikan penolakan opini atas laporan keuangan pemerintah AS tahun fiskal 2025, menandai tahun ke-29 berturut-turut lembaga tersebut tidak dapat memastikan kewajaran laporan. Hal ini disebabkan oleh masalah manajemen keuangan yang berkelanjutan, terutama di Departemen Pertahanan, serta kelemahan pencatatan transaksi antarlembaga.

6 hours ago
2













































