Semester Tua Bukan Akhir Segalanya tapi Ujian Terakhir Menuju Gelar Sarjana

6 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Semester tua sering terasa seperti level akhir yang paling menantang. Tugas menumpuk, revisi tak kunjung selesai, magang berjalan, dan skripsi sudah di depan mata.

Bagi mahasiswa yang sedang mengejar gelar S.Kom, fase ini kerap menguras energi secara fisik maupun mental. Burnout pun terasa seperti hal yang “wajar” dialami. Namun, lelah berlebihan bukan sesuatu yang harus dibiarkan.

Burnout berbeda dengan capek biasa. Kondisi ini membuat sulit fokus, kehilangan motivasi, hingga merasa tugas sederhana pun terasa berat. Mengakui diri sedang tidak baik-baik saja bukan tanda kelemahan, melainkan langkah awal untuk memperbaiki keadaan.

Salah satu kesalahan yang sering terjadi, terjebak dalam pola produktivitas berlebihan. Begadang dianggap biasa, sibuk dipandang keren, padahal tubuh dan pikiran memiliki batas. Produktif bukan berarti terus bekerja tanpa jeda.

Mahasiswa juga membutuhkan istirahat agar tetap optimal agar proses akademik tetap berjalan sehat dan berkelanjutan. Agar tidak “log out” sebelum waktunya, cobalah mengelola beban secara bertahap.

Pecah tugas besar seperti skripsi menjadi target-target kecil yang lebih realistis. Fokus menyelesaikan satu bagian dalam satu waktu akan terasa lebih ringan dibandingkan memikirkan keseluruhan sekaligus.

Teknik belajar terstruktur, disertai jeda istirahat yang cukup, membantu menjaga konsistensi tanpa membuat tubuh kewalahan.

Selain itu, jangan memikul semuanya sendirian. Berdiskusi dengan teman seangkatan atau berkonsultasi dengan dosen pembimbing bisa menjadi bentuk dukungan yang berarti. Lingkungan akademik seharusnya menjadi ruang tumbuh, bukan sumber tekanan semata.

Hal inilah yang juga terus didorong di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) agar mahasiswa tidak hanya fokus pada capaian akademik tetapi juga kesehatan mental selama menjalani studi.

Kepala Kampus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Cikampek, Nurul Ichsan menegaskan, fase akhir perkuliahan memang menantang, namun bukan berarti harus dijalani sendirian.

“Kami mendorong mahasiswa memanfaatkan dukungan kampus, baik dari dosen pembimbing maupun lingkungan akademik. Semester akhir adalah proses pembentukan karakter, bukan sekadar penyelesaian administrasi akademik,” ujarnya dalam keterangan rilis di Karawang, Kamis (26/3/2026)

Pada akhirnya, semester tua adalah fase yang akan berlalu. Proses panjang ini bukan hanya tentang menyelesaikan studi, juga membentuk ketahanan diri. Lelah boleh, menyerah jangan. Gelar S.Kom bukan sekadar titel di belakang nama, melainkan simbol perjalanan, kedewasaan, dan ketekunan yang berhasil dilewati.

Yuk, siapkan perjalanan akademikmu dari sekarang bersama UBSI. Daftar kuliah di UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif melalui https://pmbubsi.id/pmb dan wujudkan masa depan yang kamu rancang sendiri.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research