Tiga Tokoh Mencuat sebagai Kandidat Mediator Dialog Uni Eropa-Rusia

6 hours ago 5

Kolase Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier, mantan Kanselir Jerman Gerhard Schröder, dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kremlin buka pintu negosiasi, asalkan ada kemauan politik dari pihak Eropa Moskow. Nama-nama calon mediator untuk dialog antara Uni Eropa dan Rusia mulai bermunculan ke permukaan.

Juru Bicara Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa perwakilan Uni Eropa mana pun dapat berpartisipasi dalam negosiasi, asalkan ada kemauan politik yang nyata untuk memulihkan dialog. Pernyataan itu disampaikan Peskov kepada kantor berita RIA Novosti, merespons munculnya berbagai nama yang disebut-sebut sebagai kandidat negosiator dari pihak Eropa.

Menurut Peskov, situasi saat ini masih sebatas "mencari isyarat" dengan menyebut nama-nama terkenal, tanpa ada langkah konkret. Kremlin menegaskan bahwa syarat utama bukanlah soal siapa orangnya, melainkan kesiapan politik Eropa untuk duduk bersama dalam perundingan.

Setidaknya tiga nama kini menjadi sorotan: Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier, mantan Kanselir Jerman Gerhard Schröder, dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas.

Frank-Walter Steinmeier

Presiden Jerman ini lahir pada 5 Januari 1956 di Detmold, Jerman Barat. Ia merupakan politisi senior dari Partai Sosial Demokrat (SPD) yang telah mengabdikan hampir seluruh karier politiknya di ranah diplomasi dan pemerintahan.

Steinmeier pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Jerman dua kali, yakni pada periode 2005–2009 dan 2013–2017, sebelum akhirnya terpilih sebagai Presiden Federal Jerman pada 2017 dan kembali menjabat untuk periode kedua pada 2022.

Dalam kapasitasnya sebagai mantan Menlu, Steinmeier dikenal sebagai arsitek kebijakan luar negeri Jerman yang kerap mengedepankan pendekatan diplomatik terhadap Rusia, termasuk mendukung proyek pipa gas Nord Stream 2, sikap yang belakangan menuai kritik tajam pascainvasi Rusia ke Ukraina.

Meski demikian, pengalamannya yang luas dalam negosiasi multilateral dan rekam jejaknya sebagai figur yang dihormati di Eropa menjadikannya kandidat yang dipandang mampu membuka jalur komunikasi. Majalah Jerman Der Spiegel melaporkan pada 10 Mei bahwa Berlin tengah mendiskusikan pencalonan Steinmeier untuk peran mediator dalam dialog potensial Eropa-Rusia.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research