Telkom University Kembangkan Ekonomi Sirkular di Garut Lewat Pemanfaatan Limbah Pelepah Pisang

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi S2 Manajemen Telkom University kembali melanjutkan program pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan ekonomi sirkular. Setelah sukses mendampingi kelompok perempuan di Kelurahan Cipaganti, Kota Bandung, kini program diperluas ke Kampung Naringgul, Desa Pakuwon, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut.

Berjarak sekitar 100 km dari Kampus Telkom University di Gegerkalong Hilir, tim akademisi melakukan transfer pengetahuan lintas wilayah untuk mengoptimalkan potensi limbah lokal. Program ini bertujuan mendorong transformasi ekonomi pedesaan melalui pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan.

Di Desa Pakuwon, limbah pelepah pisang pascapanen tersedia sangat melimpah. Selama ini limbah tersebut umumnya hanya dibakar sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Sementara itu, kelompok perempuan penggerak bank sampah di Kampung Naringgul selama ini masih berfokus pada pengumpulan sampah anorganik dengan nilai ekonomi yang relatif rendah.

Mayoritas peserta merupakan perempuan eks pekerja migran (TKW) yang memilih kembali ke kampung halaman untuk mendampingi keluarga dan membangun kehidupan baru. Melalui program ini, mereka mendapatkan pelatihan mengolah pelepah pisang menjadi produk kriya bernilai jual tinggi, seperti alas gelas, dompet kecil, hingga tas mini.

Keunikan program ini terletak pada penerapan storytelling sebagai model bisnis inovatif. Produk kriya tidak hanya dijual sebagai barang, tetapi juga membawa cerita tentang pelestarian lingkungan serta perjuangan perempuan eks pekerja migran yang bangkit dan berkarya di tanah kelahirannya. Pendekatan ini menjadi langkah awal sebelum produk dipasarkan secara mandiri melalui platform digital.

Untuk memastikan keberlanjutan program, Tim PkM S2 Manajemen Telkom University menerapkan model kolaborasi PENTAHELIX yang melibatkan akademisi, sektor swasta, komunitas, pemerintah desa, dan media.

Kolaborasi ini diperkuat oleh keterlibatan Serat Nusa sebagai mitra transfer pengetahuan teknis kriya serat alam serta Rumah Zakat sebagai mitra publikasi media digital dan penghubung antarkomunitas. Selain itu, dukungan sektor industri diharapkan dapat berperan dalam penyediaan infrastruktur komunikasi dan akses internet di wilayah pedesaan sehingga kelompok perajin mampu mengembangkan praktik digital storytelling secara mandiri, efektif, dan berkelanjutan.

Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Target 8.3 yang mendorong kewirausahaan, kreativitas, dan inovasi masyarakat. Selain itu, program juga sejalan dengan Misi 2 RPJMD Provinsi Jawa Barat 2025–2029 yang berfokus pada pembangunan ekonomi daerah yang inklusif, mandiri, berdaya saing, dan berwawasan lingkungan.

Melalui pendampingan ini, Telkom University menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi limbah menjadi komoditas kreatif bernilai tinggi, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa melalui pendekatan ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research