Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia
07 April 2026 15:20
Jakarta, CNBC Indonesia- Cadangan emas Prancis tetap di kisaran 2.437 ton. Tidak ada lonjakan volume.
Namun laporan keuangan 2025 justru berbalik tajam, dari rugi €2,9 miliar menjadi laba €8,1 miliar. Selisihnya datang dari satu pos besar yang muncul dalam kategori exceptional item.
Selisihnya mencapai sekitar €11 miliar setara lebih dari Rp240 triliun. Pergerakan ini terjadi dalam satu siklus transaksi lintas benua yang berlangsung sepanjang 2025 hingga awal 2026.
Banque de France mencatat lonjakan pendapatan dari aset yang dikelola sendiri hingga €12,2 miliar. Angka ini menghapus kerugian €2,9 miliar dan mengubahnya menjadi laba €8,1 miliar dalam satu tahun buku.
Di dalam laporan tersebut, ada satu pos yang menonjol, exceptional item yang berasal dari penyesuaian sebagian kecil cadangan emas.
Sekitar 5% dari total emas harus diselaraskan dengan pedoman teknis terbaru. Prosesnya tidak dilakukan dengan memindahkan batang emas secara fisik dari Amerika Serikat ke Eropa.
Bank sentral Prancis memilih jalur transaksi pasar. Emas lama dijual di New York dalam denominasi dolar AS saat harga berada di puncak historis. Dana hasil penjualan kemudian digunakan untuk membeli kembali emas dengan spesifikasi yang sesuai di pasar Eropa.
Pergerakan ini membuka ruang keuntungan dari dua sisi. Harga emas global yang tinggi mengunci nilai jual. Fluktuasi kurs dolar terhadap euro memberi tambahan margin saat dikonversi. Selisih tersebut yang kemudian muncul sebagai keuntungan valuta asing sebesar €11 miliar dalam laporan tahunan.
Kinerja tersebut juga ditopang oleh perubahan dari sisi kebijakan moneter. Beban dari aktivitas moneter masih ada, tetapi jauh lebih ringan dibanding periode sebelumnya. Rata-rata suku bunga fasilitas simpanan turun ke 2,3% sepanjang 2025 dari 3,7% pada 2024. Penurunan ini mengurangi biaya bunga atas simpanan perbankan di bank sentral, sehingga pendapatan moneter naik €10,2 miliar.
Struktur neraca ikut berperan. Aset berupa surat berharga hasil program sebelumnya memberikan imbal hasil rendah, sementara kewajiban mengikuti suku bunga acuan. Ketika suku bunga bergerak turun dan likuiditas berlebih mulai terserap, tekanan biaya ikut menurun. Pola ini juga terlihat di bank sentral lain dalam sistem Eurosystem.
Dari sisi operasional, efisiensi tetap terjaga. Beban operasional turun menjadi €831 juta dari €888 juta pada 2024. Dalam jangka panjang, pengeluaran ini menyusut rata-rata 4,1% per tahun secara volume. Setelah memperhitungkan transfer €5 miliar dari cadangan dan pajak €1,5 miliar, laba bersih mencapai €8,1 miliar.
Alokasi laba diarahkan untuk memperbaiki posisi keuangan. Sebagian kecil, sekitar €0,4 miliar, masuk ke cadangan khusus. Sisanya digunakan untuk menutup akumulasi kerugian €7,7 miliar dari tahun sebelumnya. Setelah penyesuaian ini, ekuitas bersih menguat ke €283,4 miliar, termasuk cadangan revaluasi emas dan devisa sebesar €11,4 miliar.
Hasil akhirnya terlihat bersih di neraca. Total cadangan emas tetap, namun komposisinya sudah diperbarui. Ekuitas bersih bank sentral naik menjadi €283,4 miliar dari €202,7 miliar pada tahun sebelumnya. Cadangan revaluasi emas dan devisa juga diperkuat untuk menutup kebutuhan kebijakan moneter ke depan.
Pernyataan resmi disampaikan oleh Gubernur François Villeroy de Galhau. Ia menegaskan keputusan menyimpan emas di Paris tidak terkait faktor politik. Pernyataan ini muncul di tengah konteks global yang sensitif, ketegangan dagang, konflik geopolitik, serta meningkatnya perhatian terhadap lokasi penyimpanan cadangan emas negara.
Perbandingan langsung mengarah ke Jerman. Sebagian besar emas negara itu masih berada di brankas Federal Reserve Bank of New York dan telah lama menjadi bahan perdebatan domestik. Prancis mengambil jalur berbeda. Tidak ada permintaan pemindahan fisik lintas Atlantik. Tidak ada biaya logistik, tidak ada gesekan diplomatik.
Transaksi seperti ini menunjukkan fleksibilitas bank sentral dalam mengelola aset strategis. Emas tetap menjadi jangkar kepercayaan, sementara pendekatan pengelolaannya semakin menyerupai instrumen finansial aktif. Dalam periode volatilitas global, ruang seperti ini membuka peluang optimalisasi tanpa mengubah fondasi cadangan.
CNBC Indonesia Research
(emb/emb)










































