Jakarta, CNBC Indonesia - Program studi yang dipilih saat kuliah masih dianggap menentukan kesempatan kerja di masa depan. Tak sedikit calon mahasiswa kemudian memperhitungkan relevansi jurusan dengan tren kebutuhan tenaga kerja serta kemampuan bersaing di pasar kerja.
Menurut survei bertajuk Gaji Musim Dingin 2026 dari Asosiasi Nasional Perguruan Tinggi dan Perusahaan (National Association of Colleges and Employers, atau NACE), setidaknya ada 10 urusan yang paling menarik bagi perusahaan yang merekrut lulusan baru.
Survei ini mengumpulkan tanggapan dari 150 organisasi anggota dari tanggal 8 Oktober hingga 30 November 2025.
Berikut adalah 10 gelar sarjana yang paling diincar oleh perusahaan, menurut laporan NACE, beserta persentase perusahaan yang menanggapi dan menyatakan berencana untuk merekrut lulusan dengan masing-masing gelar dari angkatan 2026:
1. Keuangan: 61,3%
2. Teknik Mesin: 61,3%
3. Ilmu Komputer: 60%
4. Akuntansi: 58,7%
5. Administrasi/Manajemen Bisnis: 58,7%
6. Teknik Elektro: 51,3%
7. Ilmu dan Sistem Informasi: 48%
8. Logistik/Rantai Pasokan: 44,7%
9. Pemasaran: 44%
10. Sumber Daya Manusia: 40%.
Tantangan bagi lulusan baru
Lulusan baru kini menghadapi hambatan besar untuk masuk ke dunia kerja akibat serapan tenaga kerja yang melemah. Di Amerika Serikat, data Biro Statistik Tenaga Kerja mencatat penambahan pekerjaan pada 2025 hanya 181.000 posisi, anjlok dibandingkan 1,46 juta pada 2024. Sejumlah perusahaan bahkan memperketat perekrutan dan menahan pembukaan posisi karyawan tingkat pemula.
Menurut Laporan Ketenagakerjaan Lulusan 2025 dari perusahaan teknologi pendidikan Cengage Group, saat ini bahkan menjadi pasar kerja tingkat pemula tersulit dalam lima tahun terakhir.
Laporan tersebut menemukan bahwa hanya 30 persen lulusan yang mendapatkan pekerjaan di bidang mereka dan lebih dari 75 persen pemberi kerja melaporkan mempekerjakan jumlah karyawan tingkat pemula yang sama atau lebih sedikit pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari segi gaji, NACE menemukan bahwa proyeksi gaji pokok tahunan untuk lulusan perguruan tinggi tahun 2026 menunjukkan peningkatan di hampir semua kategori studi utama yang termasuk dalam survei.
Dari semua jurusan, hanya ilmu sosial yang menunjukkan proyeksi penurunan gaji awal dari tahun 2025. Sisanya menunjukkan peningkatan proyeksi gaji awal dibandingkan tahun lalu.
Menurut Presiden dan CEO NACE, Shawn VanDerziel, banyak perusahaan berencana menaikkan gaji meskipun perekrutan cenderung stagnan.
"Kami melihat sebagian besar perusahaan memperkirakan akan menaikkan gaji, yang menjadi kabar baik di tengah perekrutan yang diperkirakan datar untuk lulusan 2026," ujarnya.
(dce)
Addsource on Google














































