Bukan Main! Korea Kipas-Kipas Duit Raup Rp145 T dari Wisata Medis

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Selatan meraup cuan jumbo dari sektor wisata medis. Sepanjang 2025, sebanyak 2,01 juta warga asing datang ke negara tersebut untuk menjalani perawatan kesehatan sekaligus berlibur.

Lonjakan ini hampir dua kali lipat dibanding 2024 yang mencapai 1,17 juta pasien asing. Bahkan dalam tiga tahun terakhir, jumlah turis medis meningkat tajam dari hanya 605.768 orang.

Kehadiran pasien asing diyakini memberikan pendapatan besar bagi negara, karena banyak dari mereka menggabungkan pengobatan dengan wisata. Korea

Nilai belanja wisata medis ini juga tidak kecil. Korea Institute for Industrial Economics & Trade memperkirakan total pengeluaran pasien asing dan pendampingnya mencapai 12,5 triliun won atau sekitar Rp145,37 triliun (asumsi kurs Rp11,63/KRW, mengutip Refinitiv, penutupan Jumat (24/4/2026).

Menariknya, dari total tersebut hanya 3,3 triliun won yang digunakan untuk biaya perawatan medis, demikian dikutip dari Korea Herald, Sabtu (25/4/2026).

Dari sisi asal negara, pasien China menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 30,8%. Jepang menyusul dengan 29,8%, kemudian Taiwan 9,2%, Amerika Serikat 8,6%, dan Thailand 2,9%. Ini juga menjadi pertama kalinya China menempati posisi teratas.

Lonjakan paling mencolok terjadi pada pasien China dan Taiwan yang naik lebih dari dua kali lipat. Sementara itu pasien asal Amerika Serikat dan Kanada masing-masing melonjak 70,4% dan 59,1%.

Dari jenis layanan, mayoritas turis medis datang untuk perawatan kulit. Sebanyak 62,9% pasien menjalani dermatologi, sedangkan 11,2% melakukan operasi kosmetik.

Sebagian besar layanan diberikan oleh klinik skala kecil dengan porsi 87,7%. Adapun sekitar 87,2% pasien ditangani di Seoul, yang menjadi pusat utama industri wisata medis Korea Selatan.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research