Sultan HB X Kembali Jadi Korban Rekayasa AI, Kali Ini Promosikan Jasa Keuangan

7 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X kembali menjadi korban rekayasa kecerdasan buatan (AI). Kali ini, wajah dan suaranya dimanipulasi dalam sebuah video dan digunakan seolah-olah untuk mempromosikan layanan pengelolaan keuangan atau leasing.

Pemda DIY memastikan video tersebut merupakan hoaks. Dalam video klarifikasi yang diunggah oleh akun Instagram Pemda DIY @humasjogja dengan label hoaks, terlihat suara dan gerak bibir Sultan tampak dimanipulasi menggunakan video lama sehingga seolah-olah tengah menyampaikan promosi layanan keuangan tertentu. Sementara pernyataan lengkap yang dianggap sebagai materi promosi telah disensor.

"WASPADA HOAKS MENGATASNAMAKAN GUBERNUR DIY! Sedulur, beredar sebuah video di Facebook yang menampilkan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mempromosikan layanan atau produk tertentu. Merespons beredarnya video tersebut, Humas Pemda DIY menyatakan video tersebut 100% merupakan HOAKS yang dibuat menggunakan teknologi AI," tulis keterangan dalam unggahan akun Instagram @humasjogja seperti dilihat Republika, Selasa (8/9/2026).

"Konten seperti ini biasanya dibuat dan dimanfaatkan untuk mengelabui masyarakat, termasuk mengarahkan ke layanan yang terindikasi penipuan atau aktivitas ilegal, seperti pencurian data atau uang. Perlu Sedulur ketahui, Gubernur DIY maupun Pemda DIY tidak pernah mempromosikan layanan penipuan, perjudian, maupun bentuk scam lainnya. Untuk itu, Sedulur diimbau untuk senantiasa waspada dan berhati-hati. Jangan langsung percaya akan segala konten yang beredar, apalagi asal klik tautan yang dicantumkan. Selalu pastikan informasi dari kanal resmi Pemda DIY dan lebih waspada terhadap konten yang memanfaatkan teknologi AI untuk meniru tokoh publik. Jangan sampai kita menjadi korban penipuan!," lanjut keterangan tersebut.

Terkait ini, Koordinator Substansi Bagian Humas Biro Umum, Humas, dan Protokol Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji, mengatakan video tersebut terindikasi sebagai konten scam atau penipuan yang dibuat dengan memanfaatkan teknologi AI.

Ditya mengatakan, sejumlah kejanggalan sebenarnya dapat dikenali dari video tersebut. Namun, masih banyak pengguna media sosial yang memberikan respons positif terhadap unggahan video tersebut di Facebook.

"Jika dilihat dari kasat mata, banyak kejanggalan dari video tersebut," ujarnya dikonfirmasi wartawan.

"Namun, ternyata banyak yang memberikan respons positif terhadap unggahan video tersebut di Facebook. Artinya mungkin masih ada yang menganggap video tersebut benar," katanya menambahkan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemda DIY karena teknologi AI kini semakin mudah digunakan untuk membuat konten yang menyerupai tokoh tertentu. Konten semacam itu dapat dimanfaatkan untuk membangun kepercayaan korban sebelum diarahkan pada layanan atau tautan yang berpotensi merugikan.

Masyarakat kemudian diminta tidak mempercayai maupun menyebarluaskan video tersebut dan dapat memastikan kebenarannya melalui kanal resmi Pemda DIY. Selain itu, Dinas Kominfo DIY turut melakukan sosialisasi secara langsung dengan sasaran masyarakat hingga tingkat kalurahan agar tidak menjadi korban hoaks. 

"Semoga dengan adanya sosialisasi dari kami, dapat memberikan pencerahan terutama bagi para pengguna Facebook yang rata-rata di usia boomer, gen X, dan early gen Y, bahwa teknologi AI sekarang sudah berkembang sedemikian rupa dan patut diwaspadai," kata Ditya.

Kasus ini bukan pertama kalinya Sultan HB X menjadi sasaran rekayasa AI. Pada Juli 2026 lalu, beredar video lain yang menampilkan Sultan seolah menyampaikan pernyataan terkait transaksi suatu barang. Pemda DIY ketika itu juga memastikan video tersebut merupakan rekayasa dan mengarah pada modus penipuan.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research