Sekjen NATO Rayu Presiden AS dengan Trump Trillion, Responsnya: Saya Hanya Minta...

5 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menggelar poster-poster berisi grafik tepat di depan Presiden Donald Trump di Ruang Oval, berusaha meredam kemarahan pemimpin Amerika Serikat yang kembali menyerang sekutu-sekutunya.

Grafik itu menunjukkan tambahan belanja pertahanan Eropa dan Kanada yang menembus 250 miliar dolar AS dalam dua tahun terakhir, tetapi mampukah angka sebesar itu mengubah sikap Trump?

"Inilah bukti Anda." Dengan kalimat itu, Rutte menunjuk satu demi satu grafik yang ia sebut sebagai hasil nyata tekanan Trump terhadap negara-negara anggota NATO.

Rutte datang bukan sekadar membawa laporan. Ia membawa poster-poster besar dan berdiri di depan Trump layaknya seorang dosen yang sedang menjelaskan materi. Di hadapan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, ia menunjukkan bagaimana belanja militer Eropa terus melonjak sejak Trump pertama kali menjabat pada 2017.

"Ini adalah Trump Trillion," kata Rutte sambil menunjuk grafik tersebut.

Menurut Rutte, lonjakan anggaran itu memang dipicu ancaman Rusia. Namun ia menegaskan, perubahan besar tersebut tidak akan terjadi tanpa tekanan Trump terhadap negara-negara Eropa agar meningkatkan belanja pertahanan.

"Saya benar-benar yakin Andalah yang mendorong sesuatu yang sejak era Eisenhower belum pernah tercapai, yaitu membuat Eropa menyamai belanja pertahanan Amerika Serikat," ujar Rutte, sebagaimana diberitakan sejumlah media Amerika pada Rabu (24/6/2026).

Pujian itu perlahan mengubah suasana Ruang Oval. Trump yang sebelumnya melontarkan kritik kepada sekutu-sekutunya mulai merespons dengan nada lebih tenang. Namun, apa sebenarnya yang diinginkan Presiden Amerika Serikat dari para anggota NATO?

Jawabannya ternyata hanya satu. "Saya hanya ingin kesetiaan mereka."

Pernyataan singkat itu menjadi inti pesan Trump kepada para sekutu NATO. Sebelumnya, ia sempat mengkritik Italia, Inggris, dan Spanyol karena dinilai belum berbuat cukup untuk memperkuat pertahanan maupun mendukung kebijakan Amerika Serikat.

Ketika Trump kembali mengeluhkan lambannya negara-negara Eropa meningkatkan kemampuan militer, Rutte sempat menyela pembicaraan.

"Saya sedikit berbeda pendapat," katanya. Menurut Rutte, memang ada beberapa negara yang mengecewakan Washington.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research