REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI-Ruang Amal Indonesia menyalurkan 16 ribu liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor dan Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.
Bantuan tersebut telah menjangkau lebih dari 1.300 warga yang mengalami kesulitan memperoleh akses air bersih akibat musim kemarau yang diperparah oleh fenomena El Nino “Godzilla”.
Penyaluran air bersih ini merupakan bagian dari respons kemanusiaan Ruang Amal Indonesia terhadap krisis air yang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah, khususnya Jawa Barat.
Seperti diketahui, bahwa Fenomena El Nino yang berkepanjangan telah menyebabkan penurunan curah hujan secara signifikan, mengakibatkan sumber-sumber air warga seperti sumur dan mata air mengalami penyusutan, bahkan mengering.
CEO Ruang Amal Indonesia, Slamet, mengatakan akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi, terutama ketika masyarakat menghadapi bencana kekeringan.
“Air bersih bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi menjadi penentu kesehatan, kebersihan, dan keberlangsungan hidup masyarakat," kata dia, kepada media, Selasa (28/7/2026)
Ketika sumber air mulai mengering akibat kemarau panjang, kehadiran bantuan air bersih menjadi bentuk ikhtiar untuk meringankan beban warga sekaligus memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi.
Di Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, bantuan air bersih disalurkan pada 21 Juli 2026 lalu kepada warga yang selama beberapa pekan mengalami penurunan debit air sumur sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Sementara di Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, kondisi serupa juga dialami masyarakat akibat berkurangnya pasokan air dari sumber mata air yang selama ini menjadi andalan warga.
Dia mengatakan, sebanyak 16 ribu liter air bersih didistribusikan secara bertahap menggunakan armada tangki air dan disalurkan ke titik-titik penampungan yang telah dikoordinasikan bersama pemerintah desa serta tokoh masyarakat setempat.
"Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan memasak, minum, mandi, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya," tutur dia.

1 hour ago
2














































