Kain batik sasirangan.
REPUBLIKA.CO.ID, BANJARBARU — Pemerintah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, memperkuat daya saing produk unggulan daerah melalui lomba desain produk unggulan sasirangan warna alam se-Kota Banjarbaru 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong lahirnya inovasi para perajin sekaligus memperluas peluang pasar kain sasirangan ramah lingkungan di tengah meningkatnya tren fesyen berkelanjutan.
Ajang yang digelar di MESS L Kota Banjarbaru, Selasa, itu menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menghadirkan desain sasirangan kontemporer berbasis pewarna alam. Kompetisi tersebut memadukan upaya pelestarian budaya lokal dengan kebutuhan industri fesyen modern yang semakin menuntut produk berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Staf Ahli Wali Kota Banjarbaru Bidang Hukum dan Politik Marhain Rahman mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat ekosistem industri sasirangan melalui pembinaan, pelatihan, hingga penyelenggaraan kompetisi agar perajin mampu meningkatkan kualitas produk dan daya saingnya.
"Sasirangan harus tetap mempertahankan nilai tradisi, namun tetap harus mampu mengikuti selera pasar modern. Kegiatan ini jadi ruang bagi para pelaku industri kreatif untuk melahirkan inovasi, meningkatkan daya saing produk lokal, sekaligus memperkuat identitas budaya Banjar," ujar Marhain.
Menurut dia, penyelenggaraan lomba tersebut menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam mendukung sektor riil, terutama pemberdayaan UMKM yang bergerak di bidang industri kain sasirangan sebagai salah satu identitas budaya khas Kalimantan Selatan.
Marhain menilai penggunaan pewarna alam menjadi nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan produk dengan nilai estetika tinggi, tetapi juga menjawab tuntutan konsumen yang semakin peduli terhadap aspek lingkungan dan keberlanjutan proses produksi.
"Sejalan dengan komitmen berbagai negara, sasirangan berbahan pewarna alam memiliki nilai tambah serta peluang yang semakin besar untuk bersaing di pasar nasional maupun internasional," katanya.
Melalui kompetisi tersebut, para peserta didorong menghadirkan desain inovatif tanpa meninggalkan nilai budaya yang menjadi ciri khas sasirangan sehingga produk lokal mampu mengikuti perkembangan industri fesyen yang terus berubah.
sumber : Antara

1 hour ago
3














































