RS Pelni Dorong Penguatan Kapabilitas Rumah Sakit Melalui Kolaborasi International Digital Health

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Transformasi digital dan pemanfaatan artificial intelligence (AI) semakin menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan kesehatan modern. Menjawab tantangan tersebut, PT Rumah Sakit Pelni (IHC RS PELNI) mendukung penguatan kapasitas manajemen rumah sakit melalui Host dalam ICL Management Training 2026, program pelatihan internasional yang menghadirkan pembahasan mengenai digital health, AI, tata kelola rumah sakit, hingga pengembangan sistem kesehatan berbasis nilai.

Direktur Utama PT RS Pelni, dr. Otto Berhen Kawanda, mengatakan bahwa kolaborasi internasional memiliki peran penting dalam mempercepat transfer pengetahuan dan memperluas perspektif pengelolaan layanan kesehatan di Indonesia.

"Kolaborasi dengan institusi bertaraf internasional menjadi kesempatan berharga untuk memperluas wawasan dan mempercepat transfer pengetahuan bagi para pengelola rumah sakit di Indonesia. Kami berharap forum ini dapat menjadi ruang pembelajaran yang mendorong lahirnya berbagai inovasi dan praktik terbaik dalam pengelolaan layanan kesehatan," ujar dr. Otto dalam siaran persnya, Senin (22/6/2026).

Perkembangan teknologi kesehatan yang berlangsung sangat cepat menuntut rumah sakit untuk tidak hanya berinvestasi pada teknologi, tetapi juga membangun kesiapan organisasi, kepemimpinan, dan tata kelola yang mampu mengoptimalkan pemanfaatan inovasi tersebut. Dalam konteks tersebut, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor kunci dalam mewujudkan transformasi layanan kesehatan yang berkelanjutan.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh pembekalan dari akademisi dan praktisi Imperial College London mengenai berbagai topik strategis, mulai dari health systems, health economics, quality improvement, digital health, pemanfaatan AI dalam sistem kesehatan, hingga implementasi value-based care. Program juga dikemas melalui sesi diskusi, workshop, studi kasus, serta kunjungan ke fasilitas layanan kesehatan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penerapan teknologi dan tata kelola rumah sakit di lapangan. Adapun beberapa peserta perwakilan dari Pemerintah dihadiri oleh Direktur Fasilitas dan Mutu Pelayanan Kesehatan Primer,Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Kepala Pusat Kebijakan Sistem Sumber Daya Kesehatan di BKPK, sementara dari beberapa Pimpinan Rumah Sakit dihadiri dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, RS Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo, RSUP Prof Ngoerah, RSUP Ben Mboi Kupang, RSUD Ulin Banjarmasin, RS Universitas Hasanudin, Awal Bros Hospital Group, EMC Hospital Group, Mitra Plumbon Hospital Group, Metro Hospital Group, Primaya Hospital Group dan Sentra Medika Hospital Group.

Kehadiran Imperial College London sebagai salah satu institusi pendidikan dan riset terkemuka dunia di bidang kesehatan, sains, dan teknologi memberikan nilai tambah tersendiri dalam program ini. Melalui pertukaran wawasan dan pengalaman internasional, peserta diharapkan mampu mengidentifikasi peluang inovasi yang dapat diterapkan dalam pengembangan layanan kesehatan di Indonesia.

Menurut dr. Otto, transformasi yang dilakukan rumah sakit pada akhirnya harus mampu memberikan manfaat nyata bagi pasien dan masyarakat.

"Pada akhirnya, tujuan dari setiap transformasi yang dilakukan rumah sakit adalah menghadirkan layanan yang lebih baik bagi pasien. Teknologi, digitalisasi, maupun artificial intelligence harus menjadi enabler yang membantu tenaga kesehatan bekerja lebih efektif, meningkatkan kualitas layanan, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat," tutup dr. Otto Berhen Kawanda.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research