Ratusan Mahasiswa PMII Jateng Demo, Suarakan Sejumlah Tuntutan Termasuk Minta MBG Dievaluasi

1 hour ago 1

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur dan DPRD Jateng, Kota Semarang, Senin (22/6/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur dan DPRD Jateng, Kota Semarang, Senin (22/6/2026). Mereka menyuarakan sejumlah tuntutan, antara lain menolak militerisasi ruang sipil dan evaluasi besar-besar program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Koordinator aksi PMII Jateng, Andre Bahtiar, mengatakan, organisasinya sudah dua kali melaksanakan demonstrasi di depan Kantor Gubernur Jateng dalam sepekan terakhir. Aksi pertama digelar oleh PMII Cabang Kota Semarang. "Hari ini kita laksanakan PMII se-Jawa Tengah," ujarnya.

Dia mengungkapkan, jumlah mahasiswa yang berpartisipasi dalam demo mencapai 350-an orang. Mereka berasal dari berbagai kampus di Jateng.

Berdasarkan pantauan Republika, dalam aksinya, para mahasiswa membentangkan sejumlah spanduk di gerbang Kantor Gubernur Jateng. Mereka antara lain bertuliskan "Tolak kenaikan BBM tanpa kompromi", "Reformati", "Mosi tidak percaya", dan "Lawan or tertindas".

Andre mengatakan, tuntutan-tuntutan yang disuarakan organisasinya masih sama, dua di antaranya yakni menyerukan evaluasi besar-besaran program MBG dan menolak militerisasi sipil. "Kita menyoroti program MBG karena itu program yang sangat besar, menghabiskan anggaran yang begitu besar, ditambah memotong anggaran yang lain seperti pendidikan. Nyatanya, terjadi korupsi besar-besaran para pimpinan BGN," ujarnya.

Dia mengaku dapat memahami program MBG merupakan janji kampanye Presiden Prabowo Subianto. Namun dengan apa yang sudah terjadi, termasuk soal dugaan korupsi oleh para pimpinan BGN, Andre menilai pelaksanaan MBG perlu dibenahi. 

"Poin kami adalah bagaimana evaluasi besar-besaran ini dilakukan di tubuh BGN. Karena pasti akan terjadi kembali korupsi besar-besaran, dan yang mengulang pasti orang-orang terdekatnya Prabowo," ujar Andre. 

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research