Program Inkubasi Dorong Munculnya Startup Energi Bersih dan Lingkungan

5 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengembangan startup di sektor energi dan lingkungan hidup mulai mendapat perhatian di tengah meningkatnya kebutuhan teknologi untuk mendukung transisi energi, pengelolaan lingkungan, dan efisiensi sektor pangan.

Sejumlah startup yang bergerak di bidang tersebut tampil dalam ajang “MAJU:ON Final Demo Day” di Jakarta pada 21 Mei 2026. Forum itu menjadi tempat bagi peserta mempresentasikan model bisnis dan teknologi mereka kepada investor, akademisi, pemerintah, dan pelaku industri.

Program inkubasi itu dijalankan SK Innovation E&S bersama UD Impact dengan fokus pada pembinaan wirausaha muda di sektor energi dan lingkungan hidup. Dalam forum tersebut, sejumlah startup mempresentasikan teknologi yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan, efisiensi energi, hingga sektor pertanian.

Salah satu startup yang mendapat perhatian ialah GISACT, pengembang platform analisis data geografis untuk mendukung pengambilan keputusan di bidang penanggulangan bencana dan pertanian. Selain itu, ada AIGRA yang mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan untuk mengurangi pembusukan hasil pertanian serta Lifeguards yang mengembangkan teknologi memperpanjang masa simpan buah dan sayuran.

Program tersebut juga melibatkan investor, akademisi, kementerian, serta pelaku industri yang membahas isu transisi energi dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam pengembangan usaha berbasis lingkungan.

Kepala Biro Perencanaan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Hariyanto mengatakan, pengembangan wirausaha muda di sektor energi dinilai penting untuk mendukung inovasi di tengah perubahan kebutuhan energi dan lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi kontribusi besar SK Innovation E&S dalam mencetak pemimpin masa depan di sektor energi Indonesia. Kami berharap semakin banyak peluang yang tercipta bagi para wirausahawan muda yang menggerakkan inovasi di industri energi,” kata Hariyanto dalam siaran pers, Senin (25/5/2026).

Selama sekitar 10 bulan pelaksanaan program, penyelenggara mencatat terdapat sekitar 130 tim dan lebih dari 460 wirausahawan muda yang mengikuti pembinaan di sektor energi dan lingkungan hidup.

Peserta memperoleh pelatihan bisnis, pendampingan manajemen startup, hingga kesempatan bertemu investor dan pelaku industri.

CEO GISACT Anjar Dimara Sakti mengatakan, program inkubasi tersebut membantu timnya mengembangkan ide bisnis menjadi produk yang siap dipasarkan.

"Program inkubasi ini memungkinkan kami untuk mengubah ide menjadi bisnis nyata. Saya berharap pengalaman ini menjadi titik balik yang akan membawa bisnis kami ke level berikutnya,” kata Anjar.

SK Innovation E&S menyatakan akan melanjutkan program serupa pada periode berikutnya seiring meningkatnya minat startup muda di sektor energi dan lingkungan hidup.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research