REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Produk lokal semakin menjadi pilihan masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Harga yang terjangkau menjadi salah satu pertimbangan utama, selain kemudahan mendapatkan produk dan kualitas yang dinilai semakin baik.
Temuan tersebut tercermin dalam survei Jakpat bertajuk Local Product Shopping Behavior in Indonesia yang dilakukan pada Juli 2025. Lebih dari 70 persen responden menyebut harga terjangkau sebagai alasan memilih produk lokal. Sementara itu, 56 persen responden mempertimbangkan kemudahan menemukan produk lokal.
Pilihan produk lokal kini juga semakin beragam, mulai dari perlengkapan rumah tangga, peralatan makan dan dapur, mainan anak, hingga berbagai kebutuhan sehari-hari. Salah satu tempat yang menyediakan beragam produk tersebut adalah jaringan ritel MR.D.I.Y. Indonesia.
Perusahaan tersebut menyebut telah memiliki lebih dari 1.300 toko di berbagai daerah dan menyediakan sejumlah merek lokal, antara lain Kintakun, Porto, HSI, MMS Houseware, Lenuta, Berkat Karya, Kwas, dan Homliv. Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia Edwin Cheah mengatakan akses pasar menjadi salah satu faktor penting bagi perkembangan produk lokal.
"Kami percaya semakin besar akses pasar yang dimiliki sebuah produk, semakin besar pula peluangnya untuk terus berkembang," ujar Edwin dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2026).
Menurut dia, jaringan toko yang tersebar di berbagai daerah dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan lebih banyak produk buatan Indonesia kepada masyarakat. Dukungan terhadap produk lokal tersebut salah satunya dilakukan melalui kampanye Proudly Local. Program tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk buatan Indonesia sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan pasarnya.
Sejumlah produk lokal untuk kebutuhan rumah tangga juga menjadi perhatian publik figur Tasya Kamila. Ibu dua anak tersebut menilai produk lokal kini tidak lagi sekadar menjadi alternatif.
"Buatku, produk lokal itu bukan pilihan kedua. Sekarang banyak produk buatan Indonesia yang kualitasnya nggak kalah, malah harganya jauh lebih bersahabat," ujar Tasya.
Seperti perlengkapan makan, ia melihat material dan desain sebagai bagian penting ketika memilih perlengkapan yang digunakan keluarga. Kebutuhan kamar mandi juga tak luput dari perhatian. Misalnya bath mat yang menurutnya penting untuk membantu menjaga lantai kamar mandi tetap kering, terutama ketika digunakan anak-anak.
Produk lokal yang digunakan sehari-hari pun tidak selalu berupa perlengkapan rumah tangga. Tasya juga memilih sandal dari jenama lokal yang dinilai praktis untuk digunakan di rumah maupun ketika bepergian dalam jarak dekat.
Beragam pilihan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan produk lokal dapat dimulai dari kebutuhan yang paling dekat dengan keseharian keluarga. Selain pertimbangan harga, kualitas, fungsi, dan kemudahan memperoleh produk menjadi faktor yang ikut menentukan pilihan konsumen.
Dengan semakin beragamnya produk buatan Indonesia yang tersedia di pasar, konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan untuk menggunakan produk lokal dalam berbagai kebutuhan sehari-hari.

3 hours ago
5
















































