REPUBLIKA.CO.ID, REJANG LEBONG, – Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati mengajak seluruh warga Bengkulu untuk berpartisipasi aktif menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi Nasional (SEN) 2026. Ajakan ini disampaikan dalam diskusi yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) di Rejang Lebong, Rabu.
Dewi menekankan bahwa dukungan dari berbagai pihak di daerah sangat krusial agar proses pendataan dapat berjalan lancar dan menghasilkan data yang akurat. Forum Group Discussion (FGD) tersebut menjadi wadah untuk menyatukan langkah dan persepsi antara pemerintah, petugas sensus, pelaku usaha, masyarakat, mahasiswa, serta pemangku kepentingan lainnya.
Kegiatan ini merupakan sinergi nyata antara Komisi X DPR RI dan BPS untuk memastikan sensus ekonomi di daerah berjalan tanpa hambatan. Ia menjelaskan bahwa data dari sensus ini murni untuk kepentingan pemetaan pembangunan, bukan untuk menentukan besaran pajak.
Menanggapi keresahan warga terkait rincian pertanyaan pendataan, seperti pengeluaran bulanan, biaya listrik, status rumah, pendapatan, hingga jenis tabung gas yang digunakan, Dewi mengimbau masyarakat agar tidak ragu memberikan jawaban yang akurat. "Masyarakat tidak perlu khawatir memberikan jawaban kepada petugas sensus, karena sensus ini tidak berkaitan dengan besaran pajak yang akan dibayarkan dan data tidak disalahgunakan," tegasnya.
Tiga Alasan Penting Sensus Ekonomi 2026
Dewi Coryati memaparkan tiga alasan mendasar mengapa SEN 2026 sangat penting bagi pembangunan daerah dan nasional. Pertama, data hasil sensus menjadi navigasi kebijakan pemerintah yang berfungsi sebagai kompas arah pembangunan di tengah perubahan pascapandemi dan era digital.
Kedua, data SEN 2026 menjadi rujukan utama bagi legislatif maupun eksekutif dalam penyusunan anggaran, pengawasan, serta pembuatan regulasi. Kualitas data tersebut akan memengaruhi keberlanjutan berbagai program, seperti bantuan bagi pelaku usaha, peningkatan kapasitas digital, hingga pemerataan akses beasiswa pendidikan.
Ketiga, data sensus berguna untuk memetakan potensi ekonomi lokal, khususnya di Rejang Lebong. Dengan data yang valid, sektor-sektor pertumbuhan baru dapat memperoleh intervensi khusus guna menggerakkan roda ekonomi daerah lebih cepat.
Sementara itu, pelaksanaan Sensus Ekonomi Nasional di wilayah kerja BPS Kabupaten Rejang Lebong dilaksanakan di 15 kecamatan dengan melibatkan 241 petugas pendataan lapangan (PPL). Kegiatan SEN 2026 ini masih akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 hours ago
2















































