PORPROV XV Jabar Diproyeksikan Jadi Penggerak Prestasi dan Ekonomi Daerah

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI – DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) menegaskan komitmennya mengawal penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Jawa Barat 2026 agar berjalan sukses. 

Dukungan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penganggaran dalam APBD, tetapi juga dengan mendorong penguatan koordinasi lintas daerah serta tata kelola penyelenggaraan yang akuntabel.

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Hasbullah Rahmad mengatakan pemerintah provinsi bersama DPRD telah mengalokasikan anggaran penyelenggaraan PORPROV XV melalui APBD Tahun Anggaran 2026. 

Namun, berdasarkan hasil pembahasan bersama KONI Jabar, kebutuhan anggaran masih berpotensi mengalami penyesuaian.

"Pemerintah Provinsi dan DPRD telah menunjukkan komitmen dengan mengalokasikan anggaran penyelenggaraan PORPROV melalui APBD,’’ kata Hasbullah usai meninjau kesiapan Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Kamis (9/7/2026).

Apabila dalam pelaksanaannya masih terdapat kebutuhan yang belum terpenuhi,  kata dia, tentu  akan dibahas kembali bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah pada perubahan anggaran agar penyelenggaraan dapat berlangsung secara optimal. 

Ia menjelaskan, dukungan APBD Provinsi Jabar difokuskan untuk membiayai penyelenggaraan pertandingan, termasuk kebutuhan dewan juri, wasit, serta kepanitiaan. Adapun dukungan logistik dan transportasi lokal menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan kota penyelenggara.

Menurut Hasbullah, sebagai ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi yang diikuti kontingen dari 27 kabupaten dan kota, PORPROV membutuhkan dukungan penuh seluruh pemangku kepentingan. 

Apabila diperlukan penambahan hibah kepada KONI Jabar, mekanismenya harus dibahas bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain tiga daerah utama penyelenggara, yakni Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kota Bogor, sejumlah daerah pendamping juga akan menjadi lokasi pelaksanaan berbagai cabang olahraga. Karena itu, kesiapan seluruh pemerintah daerah dinilai menjadi faktor penting bagi kelancaran penyelenggaraan.

"Jangan sampai ada daerah yang menjadi lokasi pertandingan tetapi belum menyiapkan dukungan anggaran maupun fasilitas. Seluruh pemerintah daerah yang terlibat harus memiliki komitmen yang sama agar pelaksanaan PORPROV berjalan lancar," ujarnya.

Hasbullah menilai PORPROV merupakan bagian penting dalam sistem pembinaan olahraga di Jabar. 

Melalui ajang tersebut diharapkan lahir atlet-atlet potensial yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON), sekaligus mempertahankan posisi Jabar sebagai salah satu daerah dengan prestasi olahraga terbaik di Indonesia.

Di sisi lain, penyelenggaraan PORPROV selama hampir dua pekan juga diyakini akan memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. 

Kehadiran ribuan atlet, ofisial, panitia, hingga masyarakat diperkirakan akan mendorong pertumbuhan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Karena itu, Hasbullah mendorong setiap lokasi pertandingan menyediakan ruang bagi pelaku UMKM agar manfaat ekonomi dari penyelenggaraan PORPROV dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"PORPROV harus menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi lokal. Setiap venue sebaiknya memberikan ruang bagi UMKM sehingga masyarakat juga memperoleh manfaat dari penyelenggaraan event olahraga terbesar di Jabar ini," katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan PORPROV tidak semata-mata diukur dari raihan prestasi atlet maupun kemeriahan penyelenggaraan, melainkan juga dari tertibnya pengelolaan administrasi dan keuangan.

"Target kita ada tiga, yakni sukses prestasi, sukses penyelenggaraan yang berdampak pada perekonomian masyarakat, serta sukses administrasi. Ketiganya harus berjalan seiring agar PORPROV XV Jabar benar-benar menjadi kebanggaan masyarakat Jabar," ujarnya. 

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research