Polisi Sita Kecoa Raksasa Senilai Rp3,6 Miliar, Ternyata Ini Fungsinya

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Australia menyita lebih dari 100.000 serangga ilegal dalam operasi melawan perdagangan satwa eksotis. Beberapa serangga, di antaranya berukuran sebesar telapak tangan, disita oleh pihak berwenang Australia dari seorang peternak komersial di New South Wales.

Mengutip BBC, adapun nilai total hewan ilegal yang diamankan diperkirakan mencapai US$ 200.000 atau sekitar Rp3,6 miliar.

Polisi menyita sejumlah serangga, termasuk kecoa mendesis Madagaskar dan kecoa dubia, dari seorang peternak di Bathurst, 200 km sebelah barat Sydney. Kedua spesies tersebut tidak dapat diimpor secara legal ke Australia atau dipelihara, dikembangbiakkan, atau dijual.

Menurut pihak berwenang, tindakan ini adalah penyitaan invertebrata eksotis ilegal terbesar. Serangga ilegal tersebut dapat menyebarkan penyakit dan membahayakan satwa liar dan pertanian asli.

Kecoa ilegal tersebut sering diberikan sebagai makanan untuk reptil peliharaan.

"Kami melihat adanya pembiakan dan perdagangan ilegal kecoa eksotis dan kami memberikan peringatan kepada bisnis hewan peliharaan dan pemilik hewan peliharaan," kata seorang juru bicara Departemen Perubahan Iklim, Energi, Lingkungan dan Air (DCCEEW).

Kecoa Madagaskar, salah satu spesies terbesar di dunia, dapat menghasilkan suara mendesis yang cukup keras untuk didengar.

Penangkap ular Bathurst, Stefanie Lesser, mengatakan dia telah melihat invertebrata ilegal tersebut dijual secara online sebagai makanan reptil, menurut Australian Broadcasting Corporation (ABC).

"Banyak orang memeliharanya karena ukurannya besar, ukurannya seperti telapak tangan Anda. Mungkin lebih hemat biaya, daripada memberi makan setiap kadal tiga atau empat kecoa kayu, yang ukurannya cukup kecil, Anda hanya perlu memberi mereka satu kecoa," katanya kepada ABC.

(hsy/hsy)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research