Perang Memanas, Cadangan Devisa Israel Justru Cetak Rekor Tertinggi

5 hours ago 1

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

10 March 2026 13:25

Jakarta, CNBC Indonesia - Memasuki pekan kedua perang di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran yang dimulai pada akhir Februari lalu, justru datang kabar mengejutkan dari bank sentral Israel.

Di tengah eskalasi kongflik yang mendorong biaya perang membengkak, dan ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi, cadangan devisa Israel justru menembus level tertinggi sepanjang sejarah.

Bank Sentral IBank of Israel melaporkan posisi cadangan devisa negara itu pada akhir Februari 2026 mencapai US$234,553 miliar. Angka ini naik US$1,511 miliar dibandingkan posisi akhir Januari 2026, sekaligus menjadi rekor tertinggi baru. Jika dibandingkan dengan ukuran ekonominya, level cadangan devisa Israel tersebut setara dengan 38,2% dari produk domestik bruto (PDB).|

Kenaikan ini terbilang menarik karena terjadi justru ketika kawasan Timur Tengah kembali bergolak. Beberapa hari setelah bank sentral Israel memutuskan menahan suku bunga acuan pada Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran.

Dalam keputusan suku bunga, Bank of Israel menyoroti meningkatnya ketidakpastian geopolitik, termasuk risiko konflik dengan Iran, sebagai salah satu alasan suku bunga tetap ditahan

Kenapa Bisa Melonjak Cadev Israel di Kala Perang?

Alasan utamanya ada pada komposisi dan penilaian aset cadangan devisa itu sendiri. Bank of Israel menegaskan bahwa kenaikan cadangan devisa pada Februari 2026 terutama disebabkan oleh revaluasi aset yang menambah nilai cadangan sekitar US$1,739 miliar.

Sementara itu, aktivitas valas pemerintah justru mengurangi cadangan sekitar US$271 juta. Dengan kata lain, lonjakan cadangan devisa Israel bukan terutama karena ada banjir dolar baru yang masuk, melainkan karena nilai portofolio aset cadangan yang mereka miliki ikut naik.

Cadangan devisa Israel yang menembus rekor tertinggi memberi bantalan kuat bagi nilai tukar shekel di tengah perang. Dengan buffer valas yang besar, Bank of Israel punya ruang lebih lebar untuk menjaga stabilitas pasar dan meredam gejolak ILS jika tekanan eksternal membesar. Namun, arah harian shekel tetap sangat ditentukan oleh perkembangan perang dan sentimen investor global.

Secara pergerakannya, melansir Refinitiv, nilai tukar Israel yakni shekel (ILS) memang tengah berada di dalam tren penguatan terhadap dolar AS.

Hal ini terlihat jelas dalam 12 bulan terakhir, shekel mampu menguat sekitar 14,82% dari greenback. Dengan kurs terakhir pada penutupan perdagangan Senin (9/3/2026) ditutup di posisi ILS 3,082/US$ atau menguat 0,35% dalam sehari.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research