REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Batuk yang sering datang dan pergi kerap dianggap sepele. Padahal, keluhan ini bisa menjadi sinyal bahwa tubuh membutuhkan dukungan, terutama ketika daya tahan menurun dan paparan polusi semakin tinggi.
Dalam aktivitas sehari-hari, sistem pernapasan bekerja tanpa henti. Paparan debu, asap, perubahan cuaca, hingga tingkat stres yang tinggi dapat memicu iritasi saluran napas. Karena itu, menjaga kesehatan pernapasan dinilai tidak cukup dilakukan hanya saat keluhan muncul, melainkan perlu menjadi bagian dari kebiasaan hidup yang dijalani secara berkelanjutan.
Kondisi pernapasan juga memiliki keterkaitan erat dengan sistem imun, metabolisme, dan sirkulasi darah. Saat daya tahan tubuh menurun, risiko batuk berkepanjangan, tenggorokan tidak nyaman, hingga napas terasa kurang lega cenderung meningkat.
Selain itu, stres oksidatif akibat radikal bebas turut berpengaruh terhadap jaringan tubuh, termasuk saluran pernapasan. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat membuat keluhan ringan lebih mudah kambuh.
Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, pendekatan berbasis nutrisi dan bahan alami kian dilirik sebagai pendukung kesehatan pernapasan. *Spirulina biru*, misalnya, dikenal mengandung phycocyanin, senyawa antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari stres oksidatif.
Sementara itu, *temulawak* secara tradisional dimanfaatkan untuk membantu menjaga kebugaran tubuh dan mengurangi peradangan ringan. Kondisi tubuh yang lebih bugar dinilai dapat membantu menurunkan risiko batuk akibat kelelahan atau penurunan daya tahan.
Adapun *susu kambing etawa* mengandung protein, mineral, serta asam lemak rantai sedang (MCT) yang mendukung energi dan daya tahan tubuh. Dibandingkan susu sapi, susu etawa dinilai lebih mudah dicerna oleh sebagian orang dan tidak terasa memberatkan tenggorokan, sehingga kerap dipilih sebagai bagian dari asupan harian.
Kombinasi nutrisi tersebut kini dihadirkan melalui Gomina, minuman kesehatan berbentuk serbuk yang mengombinasikan spirulina biru, temulawak, dan susu kambing etawa dalam satu sajian. Produk ini dikembangkan sebagai pelengkap gaya hidup sehat, bukan sebagai obat.
VP Commercial PT Net Commerce Asia, Adhi Krisyasuda, mengatakan meningkatnya minat masyarakat terhadap pendekatan berbasis nutrisi mencerminkan perubahan cara pandang dalam menjaga kesehatan.
“Kami melihat adanya pergeseran perilaku konsumen yang kini lebih peduli pada upaya menjaga kesehatan secara berkelanjutan. Gomina dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui pendekatan nutrisi berbasis bahan alami, sehingga dapat dikonsumsi rutin sebagai bagian dari gaya hidup sehat,” ujar Adhi dalam keterangan tertulis, Jumat (6/2).
Produk Gomina telah terdaftar di BPOM (MD 271182007600041) dan bersertifikat Halal MUI. Formulasi serta kemasannya dirancang agar praktis dikonsumsi sebagai bagian dari rutinitas harian.
Menjaga kesehatan pernapasan pada akhirnya merupakan proses jangka panjang. Pola hidup seimbang, istirahat yang cukup, pengelolaan aktivitas, serta asupan nutrisi yang tepat menjadi faktor penting untuk menjaga tubuh tetap bertenaga dan tidak mudah terganggu oleh batuk maupun rasa tidak nyaman pada pernapasan.

4 hours ago
3














































