REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT - Hadirnya Job Fair Terpadu dan Edukasi Kerja Aman di wilayah Selatan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat disambut antusias warga. Di tengah sulitnya mencari pekerjaan, event ini menjadi harapan pencari kerja untuk mendapatkan kesempatan berkarier yang lebih baik.
Job Fair Terpadu itu dipusatkan di Aula Kecamatan Cipongkor pada Selasa (28/7/2026) yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung Barat bersama PLN UIP JBT UPP Cisokan dan PLN Enjiniring. Kegiatan ini mempertemukan masyarakat pencari kerja dengan perusahaan yang menyediakan lowongan kerja di dalam negeri.
Total ada 28 perusahaan dan 11 agen penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dihadirkan dalam Job Fair Terpadu dan Edukasi Kerja Aman itu. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat bertanya langsung kepada perusahaan mengenai posisi yang tersedia, persyaratan, lokasi penempatan, tahapan seleksi, dan dokumen yang perlu disiapkan. Perusahaan juga dapat menerima lamaran, melakukan konsultasi, wawancara, atau seleksi awal sesuai dengan kebutuhannya.
"Pastinya saya pribadi senang ada job fair di wilayah sini. Tentunya ini jadi kesempatan buat kami bisa tahu informasi langsung mengenai lowongan pekerjaan bahkan bisa daftar langsung," kata Ikbal Darul Ulum, salah seorang pencari kerja asal Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi warga di wilayah selatan karena mereka bisa difasilitasi dan mendapat akses bertemu langsung dengan perusahaan. Harapannya, tentu saja ia bisa diterima kerja di perusahaan yang dilamarnya.
"Harapannya tentu aja dapat pekerjaan. Terima kasih buat yang mengadakan job fair ini. Tadi juga ada edukasi soal kerja aman," ucapnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja KBB Yoppie Indrawan Iskandar mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk mendekatkan informasi dan kesempatan kerja kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini tidak menggunakan dana dari anggaran pendapatan dan belanja daedah (APBD) KBB, namun hasil kolaborasi dan dukungan PLN UIP JBT UPP Cisokan dan PLN Enjiniring.
"Kami ingin masyarakat memperoleh informasi pekerjaan langsung dari perusahaan dan sumber yang resmi. Dengan begitu, pencari kerja dapat memahami lowongan yang tersedia, menyiapkan persyaratan, dan mengikuti proses rekrutmen dengan lebih baik," kata Yoppie.
Dirinya menambahkan, kehadiran perusahaan dalam kegiatan ini juga memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh penjelasan yang lebih lengkap. Masyarakat tidak hanya menerima informasi lowongan, tetapi dapat memastikan jenis pekerjaan, tempat penempatan, persyaratan, serta proses seleksinya.
"Kami berterima kasih kepada PLN UIP JBT UPP Cisokan dan PLN Enjiniring yang telah mendukung sepenuhnya kegiatan ini. Dukungan tersebut memungkinkan pelayanan ketenagakerjaan hadir lebih dekat dengan masyarakat tanpa menggunakan APBD Kabupaten Bandung Barat," kata dia.
Khusus bagi masyarakat yang berminat bekerja ke luar negeri, Dinas Tenaga Kerja mengingatkan agar seluruh proses dilakukan melalui jalur resmi. Masyarakat diminta memastikan perusahaan penempatan memiliki izin, memahami isi perjanjian kerja, dan tidak menyerahkan dokumen kepada pihak yang tidak jelas.
"Masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap pihak yang menjanjikan keberangkatan cepat, meminta pembayaran tanpa penjelasan, atau menawarkan pekerjaan tanpa kontrak dan informasi penempatan yang lengkap," kata Yoppie.
Setelah kegiatan selesai, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung Barat akan berkoordinasi dengan perusahaan untuk mengetahui perkembangan lamaran dan proses seleksi peserta. Hal ini dilakukan agar kegiatan tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi memiliki tindak lanjut yang jelas.
"Kami berharap kerja sama dengan PLN ini dapat terus berlanjut. Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi contoh bahwa perluasan kesempatan kerja dapat dilakukan melalui kerja sama yang nyata antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat," kata dia.

1 hour ago
4














































