Banjir Bandang Terjang Cipanas Puncak dan Ciomas Bogor, Jalanan Berubah Seperti Lautan

2 hours ago 1

Banjir bandang menerjang Cipanas, Puncak Bogor, dan Ciomas, Kabupaten Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat masih melakukan pendataan dampak banjir melanda dua kecamatan dengan laporan sementara sekitar 60 rumah terendam banjir dan 30 kepala keluarga mengungsi. Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat di Cianjur, Kamis, mengatakan hujan deras yang melanda sebagian besar wilayah Cianjur lebih dari dua jam pada petang hingga malam membuat air dari saluran dan sungai di sejumlah wilayah meluap.

Laporan sementara banjir bandang yang melanda Desa Jamali, Kecamatan Mande, mengakibatkan sekitar 30 rumah terendam, 15 rumah di antaranya rusak berat karena dihantam air yang tiba-tiba deras setelah hujan turun deras lebih dari dua jam. "Kami sudah mengirim petugas ke dua lokasi di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas dan ke Desa Jamali, Kecamatan Mande, data sementara yang sudah diterima dari Desa Mande, 30 rumah terendam dan 15 diantaranya rusak berat," katanya.

Puluhan kepala keluarga terdiri atas 80 jiwa diungsikan ke tempat yang dinilai aman karena ketinggian air mencapai betis orang dewasa, di mana pihak desa bersama petugas gabungan terdiri atas TNI/Polri, Damkar Cianjur, dan relawan masih melakukan proses evakuasi.

Di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, petugas gabungan sudah meluncur ke lokasi guna melakukan pendataan, di mana data sementara sekitar 30 rumah sempat terendam banjir yang tiba-tiba datang saat hujan turun deras sejak Kamis petang.

"Petugas dan relawan masih melakukan pendataan terkait dampak banjir yang melanda Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, namun laporan sementara tidak ada warga yang mengungsi, dan air sudah mulai surut selang satu jam mengenangi perkampungan," katanya.

Kepala Desa Jamali Cece Rusmana dalam laporannya menyebutkan sekitar 30 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian beragam, 15 rumah di antaranya rusak berat dan 15 lainnya masih terendam, sehingga 30 kepala keluarga terpaksa diungsikan.

Hujan deras dengan intensitas tinggi sejak petang, membuat air sungai meluap dengan cepat merendam perkampungan warga, serta merusak jembatan penghubung antar-desa yang tidak dapat dilalui sementara. Saat ini petugas gabungan masih membantu proses evakuasi warga dari rumahnya karena ditakutkan air semakin tinggi dan dapat mengancam keselamatan warga, mereka mengungsi sementara ke rumah saudaranya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research