REPUBLIKA.CO.ID, MANAMA -- Serangan bendera palsu atau false flag terungkap di Bahrain. Kantor berita Reuters mengabarkan, serangan yang melukai 32 warga sipil pada 9 Maret 2026 lalu di Mahazza, Pulau Sitra, dekat lepas pantai ibu kota Manama disebabkan oleh tembakan rudal Patriot dari pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di negara itu.
Bahrain sempat menuduh Iran sebagai pihak yang menembakkan drone dan rudal-rudalnya dalam perang balasan terhadap AS dan Zionis Israel. “Rudal Patriot yang terlibat dalam ledakan di Bahrain dioperasikan oleh Amerika Serikat,” begitu tulis Reuters, Ahad (22/3/2026).
Tim peneliti dari Middleburry Institute of International Studies dalam kesimpulannya meyakini, rudal Patriot yang ditembakkan itu berasal dari baterai pertahanan AS yang berjarak sekitar 4 mil, sebelah barat daya lokasi mendaratnya rudal Patriot tersebut. “Sebuah baterai pertahanan udara Patriot yang dioperasikan Amerika Serakat menembakkan rudal pencegat yang terlibat dalam ledakan sebelum subuh yang melukai puluhan warga sipil, termasuk anak-anak, dan orang tua dan menghancurkan rumah-rumah warga di Bahrain,” tulis Reuters.
AS dan otoritas pemerintahan di Bahrain sempat menuding Iran sebagai dalang peristiwa tersebut. Saat itu, Iran menyasar pangkalan militer Paman Sam yang berada di negara-negara Teluk, termasuk Bahrain.
Namun Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Teheran pernah membantah tudingan itu. Meskipun mengakui militer Iran menembakkan rudal-rudalnya ke wilayah Bahrain, tetapi target rudal-rudal tersebut adalah pangkalan militer AS.
Iran menepis tudingan awal Bahrain dan AS ketika itu, dengan menyebut adanya operasi bendera palsu yang dilakukan pihak-pihak tertentu untuk menyalahkan Iran. Sekaligus untuk memprovokasi agar negara-negara di Teluk Arab ikut membantu Zionsi-AS memerangi Iran.
Kini, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran telah menanggapi temuan Reuters bersama tim peneliti di Bahrain itu. “Apa yang disembunyikan oleh musuh, kini telah terungkap,” begitu pernyataan Iran yang dikutip dari Palestines Chronicle, Senin (23/3/2026).
Kemenlu Iran meyakini, berbagai operasi bendera palsu di wilayah lainnya di negara Arab masif untuk tujuan menyudutkan Iran dalam perang perlawanan terhadap Zionis-AS kali ini. “Ini (di Bahrain) adalah contoh dari rencana false flag yang dirancang untuk mendistrosi pembalasan Iran dengan cara-cara memprovokasi negara-negara tetangga kami untuk memusuhi Iran,” begitu sambung laporan Palestines Chronicle.
Militer Iran juga pernah membantah sejumlah serangan rudalnya yang menyasar ke Azerbaijan, Turki, dan Oman. Baru-baru ini, Iran juga membantah mengirimkan rudal jelajah jarak jauhnya ke Pangkalan Militer Inggris Diego Garcia yang berada di kawasan perairan Samudera Hindia.
Belakangan beredar kabar bahwa rudal yang menyasar Diego Garcia ditembakkan sebuah kapal selam berbendera Israel. Meski begitu, kabar terakhir itu belum ditanggapi oleh berbagai pihak.

5 hours ago
1
















































