3 Kejutan Lebaran 1447 H: dari 'Lautan Manusia' di Ancol Hingga Sinergi Rahasia di Gorontalo

7 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tiga peristiwa utama mewarnai dinamika masyarakat Indonesia pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, yang masing-masing mencerminkan upaya penguatan kolaborasi pemerintahan di Gorontalo, implementasi kepedulian sosial di Papua Pegunungan, serta tingginya animo wisatawan di kawasan pesisir utara Jakarta.

Ketiga peristiwa ini secara kolektif menunjukkan bagaimana momen kebersamaan setelah bulan suci dimanfaatkan sebagai wahana untuk memperkuat kohesi sosial dan akselerasi pembangunan.

Dalam ranah pemerintahan, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menegaskan bahwa tradisi silaturahim Lebaran menyimpan nilai strategis yang melampaui sekadar seremoni sosial. Menurutnya, intensitas interaksi antarpemangku kepentingan dalam momen ini menjadi instrumen krusial untuk melancarkan koordinasi pembangunan daerah.

Pernyataan tersebut disampaikannya pada gelar griya Lebaran hari kedua di rumah jabatan gubernur, Minggu, yang menjadi simpul pertemuan bagi para kepala daerah se-provinsi.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Gorontalo Sofyan Puhi beserta jajaran, disusul oleh rombongan Bupati Bone Bolango Ismet Mile, Bupati Boalemo Rum Pagau, Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu, dan Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga.

Turut hadir pula sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), pimpinan lembaga, serta tokoh masyarakat. Kehadiran kolektif ini mengindikasikan komitmen bersama untuk menjadikan Idul Fitri sebagai titik tolak penguatan sinergi lintas wilayah dan lembaga di Provinsi Gorontalo.

Bakti Sosial di Tengah Keterbatasan di Papua Pegunungan

Di sisi lain, nuansa kepedulian terpancar dari kawasan Papua Pegunungan. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 511/DY menyalurkan 100 paket bahan pokok kepada warga Distrik Pirime, Kabupaten Lanny Jaya. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Danpos Pirime, Letda Inf Wahyudin, ini merupakan wujud bakti sosial sekaligus bentuk partisipasi dalam menyebarkan kebahagiaan Idul Fitri.

Pembagian paket yang berisi beras, mi instan, minyak goreng, telur, hingga kopi ini disambut antusias oleh warga yang berbondong-bondong mendatangi pos satgas. Salah seorang penerima manfaat, Mama Maria, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap konsistensi aparat dalam memberikan bantuan yang meringankan beban ekonomi masyarakat. Inisiatif ini merefleksikan bagaimana momentum keagamaan dapat menjadi medium untuk memperkuat ikatan kemanusiaan lintas komunitas.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research